BPBD Penajam Paser Utara Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan

Ari B

Dok. Penanganan Karhutla Tahun 2019.

Penajam, helloborneo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring hujan sejak beberapa hari terakhir mulai berkurang.

“Hujan mulai berkurang, jadi kami waspadai potensi karhutla karena cuaca kembali panas,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistk BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila ketika ditemui hellpborneo.com di Penajam, Senin.

“BPBD telah menggelar rapat koordinasi untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan bersama TNI dan Polri,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut jelas Nurlaila, BPBD bersama TNI dan Polri bakal melakukan mitigasi bersama di beberapa wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan.

Wilayah rawan terjadinya karhutla di Kabupaten Penajam Paser Utara di antaranya Kelurahan Petung dan Giripurwa di Kecamatan Penajam.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI dan Polri menurut Nurlaila, juga akan melakukan monitoring sekaligus memberikan imbuan langsung kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Khususnya di atas lahan gambut karena sangat mudah terbakar dan sulit untuk dipadamkan,” ucapnya.

“Kecamatan Penajam memiliki lahan gambut yang cukup luas dan menjadi langganan kebakaran setiap musim kemarau,” kata Nurlaila.

Upaya pencegahan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo mengingat sebagian daerah di awal April 2021 bakal memasuki musim kemarau.

Mengantisipasi cuaca panas atau musim kemarau yang diprediksi mulai April 2021, BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara meminta semua pihak tidak melakukan pengelolaan atau pembukaan lahan dengan cara dibakar.(adv/bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses