Terdakwa Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Sepak Bola Kecamatan Teluk Bayur di Bebaskan

Foto Istimewa.

Berau, helloborneo.com – Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Berau, Suprianto, terdakwa kasus korupsi pembebasan lahan lapangan sepak bola di Rinding Kecamatan Teluk Bayur Kabupaten Berau, di bebaskan Kamis 3 Juni 2021 lalu.

Hal tersebut disampaikan kuasa hukum terdakwa, Syahrudin. Menurutnya, pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda, telah mengeluarkan putusan tak bersalah, lantaran tak ditemukan bukti yang mengarah pada kerugian negara. Selain itu saksi-saksi yang berjumlah 39 orang, dan dihadirkan dalam persidangan, tak ada satupun yang memberikan pernyataan memberatkan terdakwa.

“Dari awal saya menangani kasus ini memang ada yang kurang, kasus sudah lama masih diungkap kembali, tuduhan juga ternyata tidak terbukti menimbulkan kerugian negara” ungkapnya.

Sementara itu, mengenai hak dan jabatan Suprianto sebagai Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Berau, pihak Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) kabupaten Berau, menyebut akan dikembalikan sepenuhnya. Mengingat saat ditahan jabatannya diberhentikan sementara, tunjangannya ditangguhkan, serta gajinya dipangkas sebesar 50 persen.

“Mengenai adanya putusan bebas dari pengadilan Tipikor Samarinda terhadap Suprianto, maka jabatannya kembali akan diberikan karena di keluarkan SK pemberhentian sementara saat ia ditahan”, papar Kepala BKPP Berau, Muhammad Said.

Selain itu, dalam waktu dekat, Suprianto juga akan kembali lagi bekerja. Namun saat ini masih menunggu proses pengurusan pencabutan SK di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Beliau akan kembali bekerja secepatnya, namun saat ini masih kita urus SK pencabutan pemberhentian sementara” tutupnya.

“Diketahui Suprianto sempat di tahan selama 6 bulan di Rutan Kelas II Tanjung Redeb, bersama 3 terdakwa lainnya, sebab ikut terjerat dalam kasus pengadaan lahan tersebut. (nr/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.