Legislator Nilai PPKM Menyusahkan Masyarakat Kota Balikpapan

M Rizki

Foto Wakil Ketua III DPRD Kota Balikpapan, Subari.

Balikpapan, helloborneo.com – Legislator atau anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Subari menilai penerapan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) di daerah itu menyusahkan masyarakat.

“Kebijakan PPKM bisa menyusahkan masyarakat Kota Balikpapan,” ujar Wakil Ketua III DPRD Kota Balikpapan tersebut ketika ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Kamis.

“Masyarakat yang sedang mencari nafkah khususnya di pasar-pasar tradisional, usaha kecil menengah hingga tukang ojek online akan menjadi susah dengan kebijakan PPKM itu,” tambahnya.

Subari menilai penutupan jalan sangat mempersulit tukang ojek online yang mendapat pesanan karena harus mencari akses jalan yang cukup jauh untuk mengantar pesenan.

Kebijakan PPKM tersebut menurut dia, juga banyak menimbulkan kontroversial di kalangan masyarakat hingga timbulnya keributan.

Peraturan itu lanjut Subari, berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan yang tidak berjalan dengan baik, adanya penyekatan jalan dan membuat posko penjagaan hanya melakukan pemborosan anggaran.

“Anggaran bisa digunakan pada hal-hal yang lebih urgen, walaupun penutupan masyarakat tetap akan mencari jalan alternatif, artinya tidak ada kolerasinya terhadap COVID-19,” ucapnya.

Subari mengusulkan agar kegiatan masyarakat tetap berjalan seperti biasanya, penyekatan jalan ditiadakan dan kegiatan masyarakat tidak usah terlalu dikekang.

“Yang harus dperhatikan protokol kesehatannya yang diketatkan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Balikpapan memperketat penerapan PPKM untuk pencegahan dan penanggulangan penularan COVID-19.

Pemerintah Kota Balikpapan melakukan penutupan jalan utama, penutupan pusat pelayanan umum baik kantor yang bersifat pelayanan umum hingga pasar tradisional selama PPKM diterapkan. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.