Mahasiswa Balikpapan Ditetapkan Tersangka Gelar Unjuk Rasa

David Purba

Balikpapan, helloborneo.com – Satu mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Balikpapan ditetapkan menjadi tersangka setelah mengikuti aksi unjuk rasa penolakan penerapan PPKM (pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat) berujung rusuh yang terjadi Kamis (22/7).

“Unjuk rasa mahasiswa kami bubarkan karena menimbulkan kerumunan di tengah pandemi COVID-19,” ujar Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi ketika dihubungi helloborneo.com di Balikpapan, Sabtu.

Polisi mengamankan sebanyak 17 mahasiswa yang diduga memiliki pern penting dalam aksi unjuk rasa tersebut, dan melakukan tes usap (swab test) antigen di Mapolresta Balikpapan.

“Ada yang ditetapkan sebagai tersangka, yang diduga melanggar protokol kesehatan dengan mengumpulman massa,” ungkap Turmudi.

“Satu mahasiswa yang jadikan tersangka karena juga melanggar Undang-Undang tentang Kekarantinaan Kesehatan,” tambahnya.

“Mahasiswa sempat ditahan di Mapolresta Balikpapan, tapi sebagian besar dipulangkan setelah 1×24 jam diamankan,” ucap Penasihat Hukum yang mendampingi ke-17 mahasiswa dari Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum Universitas Balikpapan (LKBH Uniba) Rinto.

Namun satu dari 17 mahasiswa lanjut ia, naik statusnya menjadi tersangka karena diduga melakukan tindak pidana.

Mahasiswa yang menjadi tersangka yakni Septianus Hendra selaku Koordinator Lapangan (Korlap) unjuk rasa mahasiswa, diduga melanggar pasal 212,216,dan 218 KUHP dan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Kami kami akan lakukan proses hukum sebaik mungkin terutama bagi satu mahasiswa yang menjadi tersangka,” tegas Rinto.

Apabila berlanjut sampai P21 (berkas lengkap) dan dilimpahkan ke persidangan jelasnya, LKBH Uniba bakal mendampingi sampai proses hukum selesai. (bp/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.