Edy Suratman Yulianto

Bulungan, helloborneo.com – Video penggantian plat merah dengan nomor polisi (nopol) KU 1105 B menjadi plat hitam nopol KT 66 FS, di SPBU Prima Agung Raya Sengkawit, jalan Sengkawiit, Kabupaten Bulungan, masih ramai dibicarakan di sosial media.
Ketika dikonformasi oleh wartawan helloborneo.com, Kepala sub Bidang Penatausahaan dan Aset, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Kalimantan Utara (BPKAD) Kaltara, Mohktar mengatakan bahwa benar KU 1105 B adalah kendaraan dinas milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
Namun dari penjelasan Mohktar kendaraan dinas tersebut digunakan oleh Biro Umum Provinsi Kalimantan Utara. Mohktar pun tak ingin banyak memberikan penjelasan, dan meminta untuk mengklarifikasi kepada pengguna mobil dinas tersebut kepada Biro Umum.
“Oh itu konfirmasi ke pengguna, itu pengguna Biro Umum. Kami disini bagian Penatausahaan dan Pembukuan. Kalau plat hitam saya tidak tau. Kalau plat 1105 itu memang plat merah. Cuma masalah diberi hitam, silahkan klarifikasi ke Biro Umum,” kata Mohktar ditemui depan ruangan Gedung Gabungan Dinas, Selasa (10/08/21).
Berusaha untuk mendapatkan klarifikasi kepada pihak Biro Umum, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pemeritah Provinsi Kaltara, Datu Iqra Ramadhan, juga menjabat sebagai Asisten 1 Sekertaris Daerah (Sekda) Kalimantan Utara tidak berhasil dikonfirmasi, mengingat beliau sedang menjalani Isolasi Mandiri (isoman) akibat terpapar virus Covid-19.
“Pak Datu sedang isoman, karena ada pegawai diruangannya ada yang terkonfirmasi covid-19” ujar Arif, salah satu pegawai di Kantor Asisten 1 Sekda Kaltara yang tengah bertugas. Berupaya mendapatkan klarifikasi, beberapa kali mencoba menghubungi Datu Iqra Ramadhan, namun tak mendapatkan jawaban.
Hingga berita ini diterbitkan video tersebut masih ramai dibicarakan di sosial media, mendapatkan komentar dari akun FB, Nirwan Syakhroni Ungkuy berkomentar pedas “Biar dapat nota gratis bah”. Akun lainnya, Sinta Sinta menulis “hebat plat gincu, sulap hitam dimana petugasx”. Sementara akun Soewardi Wardhana mengatakan “bukan sulap bukan sihir, berubah”. (sop/tan)
















