Pemerintah Kabupaten Penajam Belum Lunasi Utang Proyek 2020 Rp36 Miliar

Ari B

Foto Plt. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten PPU, Muhajir.

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, belum melunasi tanggungan utang sejumlah proyek pembangunan 2020 lebih kurang Rp36 miliar, karena dana tersedia tidak mencukupi.

Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Muhajir saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Jumat mengungkapkan, masih ada kewajiban kepada pihak ketiga pada 2020 belum terbayarkan.

Proyek pembangunan pada 2020 yang belum terbayarkan tersebut mayoritas kegiatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

Kemudian proyek pembangunan 2020 kegiatan di Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga belum melunasi sejumlah proyek pembangunan 2021 yang pengerjaannya sudah rampung 100 persen.

“Tanggungan utang kepada pihak ketiga belum bisa terbayarkan karena keuangan daerah mengalami defisit,” jelas Muhajir.

Instansinya lanjut ia, mulai membahas pengalihan biaya yang belum terselesaikan tersebut akan dibayarkan pada 2022.

Rencana pengalihan kewajiban yang belum terbayarkan itu telah dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Tapi untuk alokasi anggaran yang akan digeser belum bisa ditentukan karena masih menunggu realisasi pendapatan sampai akhir tahun ini,” kata Muhajir.(bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.