Kota Balikpapan Terima 4.000 Dosis Vaksin Diperuntukkan Bagi Pelajar

Muh Riskiullah

Foto Istimewa.

Balikpapan, helloborneo.com – Pemerintah Kota Balikpapan menerima 4.000 dosis vaksin COVID-19 diperuntukkan bagi pelajar guna mempercepat kekebalan komunal menuju rencana pembelajaran secara langsung atau tatap muka d daerah itu.

Ribuan dosis vaksin tersebut merupakan bantua dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Balikpapan.

“Kami siapkan 4.000 dosis vaksin sesuai data yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan, ada sekitar 4.000 anak sekolah yang belum divaksin di wilayah Telaga Sari,” kata Kepala KKP Kelas II Balikpapan M Zainul Mukhorobin ketika ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Selasa.

Sebanyak 200 pelajar di SMP Negeri 12 Kota Balikpapan disuntik vaksin COVID-19, dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menerima penyerahan bantuan ribuan dosis vaksin dari KKP saat melakukan pemantuan kegiatan vaksinsasi di SMP Negeri 12 tersebut.

Selain vaksinsai dilakukan di SMP Negeri 12, pemberian vaksin COVID-19 juga bakal dilakukan di sekolah lainnya yang berlokasi di sekitar kawasan Telaga Sari.

Kepala Dinas Kesehatan Kota atau DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty yang akrab disapa dokter Dio mengapresiasi atas kontribusi dari KKP Kelas ll Balikpapan yang telah memberikan 4.000 dosis vaksin COVID-19 kepada para pelajar.

Bantuan vaksin tersebut sangat membantu untuk percepatan program vaksinasi khususnya bagi pelajar usia 12-17 tahun yang ada di Kota Balikpapan, dan sejauh ini pencapaiannya masih sangat rendah.

“Dengan tambahan 4.000 dosis vaksin itu maka jumlahnya 15.573 pelajar bakal divaksin. Pencapaian vaksinasi pelajar untuk dosis satu baru 17,7 persen atau sebanyak 11.573 dari total sasaran sekitar 68.176 pelajar,” ungkap dokter Dio.

Untuk mencapai 100 persen lanjut ia, tergantung pada ketersediaan vaksin sebab sejauh ini para pelajar sangat antusias untuk disuntik vaksin.

“Mereka senang bisa divaksin dan berharap agar bisa segera dilaksanakan pembelajaran tatap muka. Sejauh ini untuk vaksinasi pelajar juga belum ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),” jelas dokter Dio. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.