Ketua DPRD Penajam Ingatkan Warga Tetap Waspada Penularan Virus Corona

Ari B

Foto Ketua DPRD PPU, Jon Kenedi.

Penajam, helloborneo.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Jon Kenedi mengingatkan warga tetap waspada pada ancaman penularan virus corona, kendati kasus COVID-19 di daerah itu melandai atau menurun.

“Seluruh masyarakat harus tetap waspada, meski penyebaran COVID-19 terus terpantau menurun,” ujar politisi Partai Demokrat tersebut ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Kamis.

“Bukan saja warga, tapi juga semua ASN (aparat sipil negara) dan THL (tenaga harian lepas) harus tetap waspada penularan virus corona,” tambahnya.

Kendati masa puncak lonjakan kasus COVID-19 terlewati lanjut ia, namun mewabahnya virus corona belum berakhir.

Jon Kenedi meminta perkantoran yang selama ini menjadi salah satu pintu masuk penyeberan COVID-19 tetap dijaga ketat.

“Wilayah perkantoran harus dijaga ketat untuk antisipasi kasus baru, sebab jadi salah satu pintu masuk penularan virus corona di wilayah Penajam Paser Utara,” ucapnya.

Dengan kondisi saat ini masyarakat dan seluruh ASN maupun THL tegas Jon Kenedi, tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan.

Kemudian juga harus ada penjagaan di setiap kantor, dan dilakukan tes virus corona untuk memastikan pegawai benar-benar bebas COVID-19 untuk masuk kantor.

Jumlah warga Kabupaten Penajam Paser Utara yang terkonfirmasi terpapar COVID-19 saat ini tercatat 102 orang, atau mengalami penurunan hingga 400 kasus dibandingkan Juli sampai Agustus 2021.

Masyarakat yang terkonfirmasi terinfeksi virus corona tersebar di Kecamatan Penajam 50 orang, Kecamatan Waru 10 orang, Kecamatan Babulu 13 orang dan 29 orang di Kecamatan Sepaku.

Kendati tercatat angka kasus COVID-19 menurun kata Jon Kenedi, harus tetap waspada, perhatikan keselamatan dan kesehatan karena pandemi belum berakhir.(bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.