TB Sihombing

Paser, helloborneo.com – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Paser menyiapkan tenaga medis dan bantuan sosial untuk penanganan kesehatan korban terdampak banjir disejumlah kecamatan yang tersebar di Kabupaten Paser
Ketua IDI Cabang Paser, Ahmad Hadiwijaya mengatakan pihaknya akan memberikan pelayanan kesehatan bagi warga korban terdampak, khususnya di Kecamatan Long Kali, sebagai kawasan banjir terparah hingga terisolir.
“Kami akan menerjunkan minimal lima tenaga medis disetiap titik kumpul lokasi banjir, untuk membantu masyarakat yang jadi korban bencana alam tersebut. Kita juga rencakan saluran bantuan sosial untuk mengurangi beban warga,” kata Hadi sapaan akrabnya, Kamis (7/10/2021).
Hadi menuturkan dampak banjir dapat menimbulkan penyakit bagi korban terdampak dan rentan terjadi pada anak-anak, seperti penyakit diare dan gatal-gatal.
“Biasanya itu penyakit yang muncul paska banjir, yaitu diare dan gatal gatal, sehingga kita sudah menyediakan obat kepada warga. Apalagi terhadap anak-anak, ini jadi kepedulian kita bersama,” tambahnya.
Diketahui banjir yang terjadi sejak awal Oktober 2021 ini merendam puluhan Desa di Kabupaten Paser secara bergilir. Seperti Kelurahan Muara Koman, Desa Batu Butok dan Desa Uko di Kecamatan Muara Komam.
Selain itu Kelurahan Long Ikis dan terparah di tujuh desa, yaitu Desa Muara Lambakan, Desa Kepala Telake, Kelurahan Long Kali, Desa Pias, Desa Muara Toyu, Desa Munggu, dan Desa Bente Tualan di Kecamatan Long Kali.
Hingga berita ini dimuat, masih terdapat lima desa yang terendam banjir di Kecamatan Long Kali.
Camat Long Kali, Rizky Noviar menyebutkan, saat ini salah satu lokasi yang terendam belum juga surut. Hal itu berdampak pada sulitnya mendistribusikan logistik ke lokasi banjir. (tbs/sop/tan)
















