Pembentukan Timsel Sekdaprov Kaltim Tunggu Petunjuk Kemendagri

MF Annur

Foto Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Diddy Rusdiansyah.

Samarinda, helloborneo.com – Pembentukan Timsel (tim seleksi) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Sekdaprov Kaltim) pengganti HM Sa’bani masih menunggu petunjuk nama penguji dari Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri.

Masih menunggu nama penguji dari Kemendagri, harus eselon I yang menguji,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim Diddy Rusdiansyah ketika ditemui helloborneo.com di Samarinda, Jumat.

Nama penguji yang sudah masuk dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Selain empat nama dari LAN, BKN, dan Kemenpan-RB, mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim tersenut mengatakan bahwa Sekdaprov Sa’bani juga bisa menjadi salah satu penguji.

“Pak Sa’bani boleh menjadi penguji, karena yang diuji ini sederajat dengan Sekdaprov,” jelasnya.
Namun Diddy Rusdiansyah mengaku tidak hafal nama-nama yang sudah ditunjuk sebagai penguji oleh pemerintah pusat.

“Saya tidak hafal nama-namanya, tapi mereka merupakan eselon I semua. Jadi total penguji ada lima, dari pusat empat dan satu dari kita. Insyaallah yang dari kita ini Sekdaprov sendiri,” ujarnya.

Ketika disinggung apakah Sekdaprov Sa’bani yang bakal menjadi ketua timsel Diddy Rusdiansyah menegaskan, itu tergantung kesepakatan, dan belum diketahui siapa yang akan menajdi ketua timsel karena masih dalam proses.

“Nanti mereka rapat panitia untuk mengatur segala macam, kesepakatan jadwal dan lainnya. Jika mendapat persetujuan Komisi ASN, kita lakukan penjaringan. Palingan Desember sudah selesai, Januari bisa masuk pada proses diajukan,” kata dia.

Masa jabatan HM Sa’bani sebagai Sekdaprov Kaltim akan habis masa pada Februari 2022. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.