Penataan Saluran Drainase Jalan Menteri Empat Habiskan Anggaran Rp4,5 Miliar

Joko Sugiarto

Foto Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar, Ahmad Solhan. (Joko Sugiarto)

Martapura, helloborneo.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar akan lakukan penataan saluran drainase yang ada di Jalan Menteri Empat Karangan Putih, Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura beberapa waktu mendatang.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar, Ahmad Solhan saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (8/10/2021) mengatakan rencana perbaikan saluran drainase ini juga berdampak pada pelebaran ruas Jalan Menteri Empat.

“Ini sudah selesai dilelang dan akan segera dikerjakan, rencana pemeliharaan berkala ruas Jalan Menteri Empat ini sudah selesai di lelang dan sudah disosialisasikan. Kami beberapa waktu yang lalu mengundang tokoh masyarakat, pihak kelurahan dan pihak kecamatan untuk membicarakan agar pengerjaan ke depan bisa berjalan lancar,” ungkapnya.

Konstruksi drainase akan dibuat dengan mekanisme drainase tertutup dan kemudian bagian atas saluran drainase tersebut akan ditutup dengan aspal serta akan mempermudah pelebaran akses ruas jalan. Penataan saluran drainase Jalan Menteri Empat ini diperkirakan menelan biaya sebesar Rp4,5 miliar rupiah yang akan dibayarkan selama dua tahap.

“Pembayaran pengerjaannya akan kita lakukan dua tahap, dimana tahap pertama sebesar 50 persen dibayar tahun ini, sementara tahap kedua akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2022,” tambahnya.

Walaupun dibayarkan dua tahap akibat adanya pemotongan pada Anggaran Tahun 2021 akibat refocusing anggaran untuk Dana Penanggulangan Covid-19, tapi pengerjaan fisik sendiri harus diselesaikan kontraktor pada Desember 2021 ini.

Proyek yang akan dilaksanakan selama 90 hari pengerjaan ini dimulai dari samping Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha hingga pertigaan Pasar Sejumput Jalan Batuah Martapura. Setelahnya, pengerjaan drainase Jalan Menteri Empat ini juga akan membuat ruas jalan menjadi lebih lebar menjadi 7 hingga 8 meter, sehingga salah satu jalan terpadat arus lalu lintasnya di Kota Martapura ini tak lagi macet saat jam padat.

“Permohonan pengerjaan tersebut dilakukan oleh masyarakat yang berharap bisa segera diperbaiki, karena daerah tersebut termasuk yang padat lalu lintasnya serta kondisi drainasenya pada saat hujan turun bisa terjadi banjir dadakan,” tutupnya. (js/sop/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.