Kota Banjarmasin Keluar Dari Status PPKM Level IV

Joko Sugiarto

Foto Anggota tim pakar COVID-19 Universitas Lambung Mangkurat, Hidayatul Muttaqin. (Js)

Banjarmasin, helloborneo.com – Kota Banjarmasin resmi keluar dari zona Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV. Kepastian tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers yang disiarkan di laman media Istana Negara, Senin (11/10).

Anggota tim pakar COVID-19 Universitas Lambung Mangkurat, Hidayatullah Muttaqin saat ditemui helloborneo.com di Banjarmasin, Selasa mengatakan bahwa assessment situasi di mana status Banjarmasin keluar dari Level IV sudah terjadi sejak 7 Oktober 2021.

“Situasi Kota Banjarmasin satu pekan terakhir sudah sangat membaik, dikarenakan penurunan angka positivity rate yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan RI,” ujarnya.

“Di mana angka kasus kematian menurun dan tracking yang sudah membaik serta percepatan vaksinasi yang semakin meningkat jumlahnya,” tambah Hidayatullah Muttaqin.

Dalam keterangan tertulisnya, Menteri Airlangga Hartarto memastikan tidak ada lagi yang menerapkan status PPKM Level IV di provinsi luar Jawa-Bali, teranyar atau terbaru Kota Banjarmasin turun status menjadi Level III.

“Berdasarkan assessment, terjadi perbaikan selama grafik mingguan dari 27 provinsi di luar Jawa-Bali, status Level IV sudah ditiadakan, tiga provinsi di Level III, 22 provinsi di Level II, serta dua provinsi di Level I yakni Kepri dan NTB,” ucapnya.

Transmisi dari 27 provinsi sebanyak tiga provinsi di Level tingkat II, sedangkan 24 provinsi di Level tingkat I. Sementara, pada pekan ini dilaporkan terjadi penurunan di dua provinsi, yakni Bangka Belitung dan NTB.

Sedang data assessment mingguan di luar Provinsi Jawa-Bali, dari 386 kabupaten/kota terdapat satu masih berstatus Level IV, dan 38 kabupaten/kota berstatus Level III, dan terdapat 278 kabupaten/kota berstatus Level II, serta 69 kabupaten/kota berstatus Level I.

“Dari data assessment yang masih tinggi hanya satu Kota, yakni Sabang, karena dari data mengenai jumlah kematian masih mengalami peningkatan,” tegas Airlangga Hartarto.

Kabupaten/kota yang saat ini masih menerapkan status PPKM Level I juga terus meningkat dari sebelumnya 52 kabupaten/kota menjadi 69 kabupaten/kota.

“Kemudian di enam kabupaten/kota yang menerapkan PPKM di luar Jawa-Bali, dibandingkan periode pekan lalu per tanggal 5 Oktober 2021, terdapat dua kabupaten/kota yang turun levelnya atau mengalami perbaikan, yaitu Kota Padang dan Banjarmasin,” jelasnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.