Sabu Pasokan Bandar Besar Sempat Beredar di Balikpapan

Yor MS

Tersangka sindikat pengedar narkotika HU dan RB digiring ke sel rutan Mapolresta Balikpapan atas kasus peredaran 3,179 KG Sabu. (Ist)
Tersangka sindikat pengedar narkotika HU dan RB digiring ke sel rutan Mapolresta Balikpapan atas kasus peredaran 3,179 KG Sabu. (Ist)

Balikpapan, helloborneo.com – Narkotika jenis sabu sabu yang dipasok sindikat pengedar HU (30) dan RB (27) dari seorang bandar di Kota Samarinda ditengarai sudah sempat beredar secara luas di Balikpapan.

Sinyalemen ini merupakan hasil pengembangan sementara yang diperoleh penyidik Satresnarkoba Polresta Balikpapan dalam penanganan pengungkapan kasus 3,179 KG sabu beberapa hari lalu. Kasatresnarkoba Polresta Balikpapan, AKP Tasimun mengkonfirmasi pengembangan anggotanya itu kepada helloborneo.com Sabtu (6/11).

Melalui penulusuran, penyidik mengungkap bahwa tersangka HU mengambil sabu yang telah diletakan di tepi jalan oleh pemasoknya pada 8 Oktober 2021 lalu. Paketan sabu tersebut disembunyikan dalam sebuah tas kain.

“Saat itu tersangka HU dihubungi seorang dengan nomor privat untuk mengambil paketan yang sudah diletakan di tepi jalan,” kata Tasimun.

Selang dua hari, atau tepatnya pada tanggal 10 Oktober 2021, HU menghubungi tersangka RB bermaksud hendak menitipkan barang. Sebagian sabu yang diterima oleh HU itu kemudian diserahkan kepada RB untuk diedarkan kembali.

“Tapi, sebelum menerima paket sabu, HU memang sudah ada komunikasi dengan RB. Dia bilang mau menitipkan sabu untuk kemudian diedarkan lagi kalau ada pemesan,” ucap Tasimun menirukan pengakuan HU.

Dari situ juga kemudian terungkap modus peredaran yang dilakoni oleh kedua tersangka. HU hanya akan menyerahkan barang kepada RB apabila ada pesanan yang diterimanya.

Untuk sekali mengantar sabu kepada pemesannya, RB diberi upah oleh HU sebanyak Rp200 ribu. RB juga mendapat sabu untuk dikonsumsi sendiri secara gratis.

“Kan barang ini dititip. Nanti si HU kalau ada pemesan baru nelpon RB. Setelah RB ngantarkan barangnya, dikasih ongkos dua ratus ribu”, paparnya.

RB sendiri diketahui telah beberapa kali mengantar sabu milik HU kepada pemesan. Hingga akhirnya, bisnis kedua tersangka terendus oleh jajaran Satresnarkoba Polresta Balikpapan.

Rabu, 3 November 2021 malam lalu, RB ditangkap petugas di kawasan Jalan Mayjen Sutoyo, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota. Saat itu tersangka hendak bertransaksi satu paket sabu seberat 0,44 gram.

Dari penyergapan itu, polisi kemudian mengamankan HU bersama barang bukti 3,179 KG sabu sabu. Barang bukti itu diakui dipasok dari seorang bandar di Kota Samarinda yang kini masuk dalam DPO.

Untuk proses hukum lebih lanjut HU dan RB dijerat pasal 114 (2) subsider pasal 112 (2) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya pidana kurungan penjara maksimal 20 tahun. (rms/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.