Kelompok Rusia Diminta Tidak Ikut Campur di Mali

Tun MZ

Para tentara bayaran Grup Wagner dalam foto yang dirilis oleh Dinas Keamanan Ukraina di lokasi yang tidak diungkap. (ssu.gov.ua)
Para tentara bayaran Grup Wagner dalam foto yang dirilis oleh Dinas Keamanan Ukraina di lokasi yang tidak diungkap. (ssu.gov.ua)

Washington DC, helloborneo.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken memperingatkan sebuah kelompok Rusia bayangan yang terkait Kremlin agar tidak ikut campur dalam upaya pemulihan demokrasi di Mali, Afrika Barat.

Diplomat tertinggi AS itu telah menyelesaikan tur tiga negara Afrika selama seminggu. Dalam konferensi pers di Dakar, Senegal pada Sabtu (20/11), Blinken mengatakan “sangat disayangkan” apabila Grup Wagner Rusia menjadi aktif di Mali. Padahal negara itu telah menyusun rencana yang didukung internasional untuk membentuk pemerintahan yang terpilih secara demokratik pada April.

Tentara bayaran Grup Wagner telah dikerahkan di Suriah dan Libya, dan itu menimbulkan keprihatinan dari negara-negara Barat dan lainnya.

Grup Wagner, yang dimiliki oleh orang kepercayaan Presiden Rusia Vladimir Putin, telah dituduh oleh pemerintah negara-negara Barat dan para pakar hak-hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), melakukan pelanggaran HAM di Republik Afrika Tengah dan terlibat dalam konflik di Libya.

Prancis dan Jerman keberatan dengan kehadiran tentara Wagner di Mali, dan Uni Eropa mengatakan sepekan lalu bahwa pihaknya akan mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi-sanksi terhadap siapapun yang ikut campur dalam transisi demokratik di Mali. (voa/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses