Bandara Kalimarau Berau Mulai Ramai Seiring Melandainya COVID-19

Nita Rahayu

(Ist)

Berau, helloborneo.com – Bandara Kalimarau Kabupaten Berau mulai kembali mulai ramai penumpang seiring melandainya kasus COVID-19 di daerah itu, namun maskapai sejumlah penerbangan belum berminat beroperasi.

Kendati demikian hingga saat ini, hanya ada satu maskapai penerbangan yang beroperasi, yakni Wings Air yang masuk kategori pesawat ATR dengan HET (harga eceran tertinggi) tiket dikisaran Rp1,5 juta.

“Kondisi itu menyulitkan penumpang dan telah banyak keluhan yang diterima karena selain harga tiket mahal dibandingkan pesawat jenis Boeing, kapasitas penumpangnya yang terbatas,” ujar Wakil Bupati Berau Gamalis ketika ditemui helloborneo.com di Berau, Selasa.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak maskapai, kemarin itu mereka menarik Boieng karena penumpang sedikit, ATR yang lebih menguntungkan di saat kondisi seperti ini,” jelasnya.

Sebelumnya beberapa maskapai penerbangan seperti Lion Air, Garuda, Sriwijaya, City Link dan Batik Air beroperasi di Bandara “Bumi Batiwakkal”-sebutan Kabupaten Berau.

Pemerintah kabupaten telah melakukan upaya lain untuk menarik kembali maskapai penerbangan menurut Gamali, yakni berkoodinasi dengan pihak maskapai penerbangan dan meneruskan keluhan kepada Gubernur kalimantan Timur Isran Noor.

“Kami sudah bertemu secara tidak resmi dengan pihak maskapai, membahas masalah itu, juga sudah bertemu Gubernur,” ucapnya.

Kepastian masih diharapkan dari pihak maskapai penerbangan, sebab seluruhnya keputusan untuk kembali beroperasi ada tangan pihak maskapai tersebut.

“Kita tunggu saja, karena keputusan untuk kembali beroperasi sepenuhnya itu dilakukan oleh maskapai penerbangan,” kata dia.

Dengan kondisi kasus COVID-19 mulai melandai, tempat wisata kembali dibuka dan ada kelonggaran persyaratan untuk naik pesawat terutama bagi yang telah vaksin dosis kedua. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses