Pemerintah Kabupaten Penajam Belum Tetapkan Langkah Terkait Tambang

ES Yulianto

Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud saat dimintai tanggapan mengenai kegiatan tambang batu bara di wilayah Gersik. Selasa (21/12/21)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara belum tetapkan langkah terkait pengaduan masyarakat yang merasa terancam akan adanya penambangan batu bara di Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam.

Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Muliadi saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Rabu menjelaskan, telah menyampaikan rekomendasi penutupan terhadap kegiatan tambang batu bara di wilayah Gersik.

Kegiatan penambangan batu bara tersebut berada di bawah koordinasi Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Benuo Taka dianggap tidak memiliki etika.

“Perumda Benuo Taka memiliki izin yang sah tetapi digunakan secara ugal-ugalan,” tegasnya.

“Makhluk gaib ini, saya masih menunggu instruksi, Perumda resmi cuma caranya sama dengan orang punya motor ada SIM, ada STNK cuma caranya naik motor ugal-ugalan, tidak bagus itu, coba naik motor itu caranya pelan kecepatan teraturan,” tambahnya.

Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud mengatakan, bahwa saat ini berupaya meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengecek Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) serta mengecek izin oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPTSP) serta berkordinasi dengan Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Jadi nanti akan dicek tim perizinan (DPMPTSP), DLH kemudian DLH itu ada amdal, disamping itu juga kami akan berkondirasi dengan BPKM selaku yang mengeluarkan izin. Kami cek dulu kami perlu waktu,” kata dia.

Kegiatan pertambangan batu bara tersebut yang tidak mengikuti aturan tegas Abdul Gafur Mas’ud, bakal ditutup.

“Kalau selama tidak mengikuti aturan yang beraku pasti kami tutup,” ucapnya.

Pada 16 Desember 2021, sejumlah warga Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara melaporkan kekhawatiran ancaman banjir di dua RT (rukun tetangga) yakni RT 01 dan RT 02 sekitar 500 warga akan adanya aktifitas tambang batu bara di bawah koordinir Perumda Benuo Taka.

Sejak 16 Desember 2021, hingga berita ini terbit pihak dari Perumda Benuo Taka melalui Direktur, Heriyanto enggan menangapi klarifikasi wartawan helloborneo.com. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.