Yor MS

Balikpapan, helloborneo.com – Menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, ditemukan makanan diduga kedaluwarsa di Kota Balikpapan saat tim terpadu pengawasan pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional dan modern.
Produk makanan yang diduga kedaluwarsa yakni makanan tradisional, otak-otak ditemukan saat tim terpadu yang dipimpin Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Abdulloh menyambangi hypermart, Rabu.
Manager Hypermart Andi saat ditemui helloborneo.com, memastikan apabila produk yang diduga kedaluwarsa masih layak konsumsi.
“Tadi kami belum mencantumkan masa kedaluwarsanya di samping produk, sehingga customer belum tahu kalau masa kedaluwarsanya masih lama”, jelasnya.
Label yang terpasang masa kedaluwarsa di produk tersebut, diakuinya sebagai label Hypermart. Menurut prosedur standar operasional, label tersebut memang berlaku lima hari.
“Kalau label dari Hypermart per lima hari itu memang harus diganti. Makanya, nanti akan kami tempeli masa kedarluwarsanya di samping produk itu. Sehingga konsumen tahu bahwa produk itu tidak kedaluwarsa dan layak untuk dikonsumsi,” kata dia.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud turut mengingatkan pengelola pasar modern agar memberikan label masa kedaluwarsa pada produk-produk bahan pangan curah.
“Hal ini dilakukan sebagai bentuk identitas dari barang itu. Secara umum tidak ada masalah dan aman saja, terutama berkaitan dengan stok, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi,” ucapnya. (bp/hb)

















