Bantuan Biaya Belajar Penajam Belum Dapat Disalurkan Karena Defisit

Bagus Purwa

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat atau Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Anang Widianto.

Penajam, helloborneo.com – Bantuan biaya belajar atau beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa/mahasiswi di Kabupaten Penajam Paser Utara, pada 2021 belum dapat disalurkan kerena anggaran pemerintah kabupaten setempat mengalami defisit.

“Kondisi keuangan tidak memungkinkan, jadi penyaluran beasiswa ditunda hingga 2022,” ujar Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat atau Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Anang Widianto ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Jumat.

“Calon penerima beasiswa 2021 telah diseleksi dan seharusnya beasiswa tersebut disalurkan mulai Juli 2021,” tambahnya.

Namun melihat kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara yang mengalami defisit jelas dia, beasiswa tahun ini (2021) tidak bisa dibayarkan.

Penyaluran bantuan biaya belajar bagi pelajar dan mahasiswa/mahasiswi tersebut menjadi tunggakan yang akan dibayarkan pada tahun depan (2022).

Bagian Kesra telah mengajukan kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) bahwa tunggakan pembayaran beasiswa masuk dalam pembiayaan Tahun Anggaran 2022.

“Pelajar dan mahasiswa/mahasiswi yang telah terdaftar sebagai penerima beasiswa tidak perlu khawatir karena pemerintah kabupaten berkomitmen menyalurkan pada 2022,” tegas Anang Widianto.

Pencairan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa/mahasiswi belum bisa dicairkan atau mengalami penundaan karena kondisi keuangan mengalami defisit.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengalokasikan sekitar Rp3,9 miliar untuk beasiswa pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD 2021.

Penerima bantuan biaya belajar pada 2021 kata Anang Widianto, meliputi pelajar, Paskibraka (pasukan pengibar bendera pusaka), santri dan mahasiswa/mahasiswi. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.