Nita Rahayu

Berau, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Berau mencari bantuan anggaran untuk membangun rumah sakit tipe B karena anggaran yang dialokasikan pemerintah kabupaten setempat dinilai tidak mencukupi.
Informasi yang diperoleh helloborneo.com di Berau, Kamis, Pemerintah Kabupaten Berau dan DPRD setempat menyepakati menyisihkan anggaran sementara dari APBD lebih kurang Rp100 miliar dalam tiga tahun ke depan untuk pembangunan rumah sakit tipe B tersebut.
Namun nilai anggaran yang disediakan pemerintah kabupaten itu menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Berau Taupan Madjid, belum mencukupi.
Dalam tiga tahun hanya ada sekitar tujuh kegiatan fisik yang bakal dilakukan jelas dia, di antaranya persiapan K3, pemagaran, direksi dan penunjangnya, serta pematangan lahan.
Kemudian pembangunan gedung A yang terdiri dari ruang farmasi, politeknik, administrasi, gedung B terdiri dari ruang MCU, konseling, hemodialisa, dan gedung C terdiri dari ruang IGD, ICU, ICCU, CSS, IBD, serta gedung E untuk ruang Irna.
Masih terdapat beberapa item lain yang belum bisa terakomodir dari anggaran tersebut seperti pembangunan gedung H yang terdiri dari ruang instalasi gizi dan dapur, gedung K merupakan instalasi jenazah, gedung N dan P ruang untuk trafo, genset, incinerator, TPS, IPRSR, GWT.
Selanjutnya pembangunan gedung Z ruang sentral gas medis, blower, pompa transfer, site development Landscape, jalan, parkir, hingga penyambungan listrik, air, serta telepon.
Untuk pembangunan tersebut kata Taupan Madjid, masih dibutuhkan sekitar Rp300 miliar lagi. Untuk itu, dalam kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor ke Bumi Batiwakkal -sebutan Kabupaten Berau- dipaparkan rencana pembangunan RS tipe B sekaligus meminta adanya tambahan dana dari pemerintah provinsi.
Dalam perencanaan tersebut Dinas PUPR Kabupaten Paser masih akan kembali mereview berapa kemampuan keuangan daerah dalam menyediakan anggaran pada pembangunan tahap pertama.
“Tapi ini akan di review ulang juga pemerintah kabupaten mampunya berapa. Tentu dalam prosesnya juga membutuhkan bantuan dari pemerintah provinsi. karena anggarannya juga besar,” jelasnya.
Menurutnya pembangunan rumah sakit tersebut dipastikan akan sangat representatif, mengingat anggaran yang digunakan juga tidak sedikit. Bahkan, rumah sakit juga nantinya dapat menampung paling sedikit 200 tempat tidur.
“Yang jelas, pembangunan rumah sakit ini representatif untuk menuju tipe B,” kata dia.
Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, menilai rencana pembangunan rumah sakit tipe B tersebut memang cukup spektakuler dari rencana dana yang diperlukan sebesar Rp600 miliar.
“Kita pikirkan sama-sama, bagaimana itu bisa jalan, apakah menggunakan dana yang ada di Pemerintah Kabupaten Berau atau provinsi,” ucap Taupan Madjid. (bp/hb)
















