Nita Rahayu

Berau, helloborneo.com – Kabupaten Berau kehilangan kontribusi PAD (pendapatan asli daerah) sekitar Rp600 juta seiring penutupan kolam renang Kakaban Aquatic sepanjang 2021 akibat pandemi COVD-19.
Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Berau, Sri Eka Takariyati saat ditemui helloborneo.com di Berau, Jumat mengatakan, aset pemerintah kabupaten yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) tutup lantaran pandemi COVID-19.
“Kolam renang di halaman kantor Dispora itu nol pendapatannya selama 2021 karena sama sekali tidak pernah dibuka,” ungkapnya.
Tutupnya kolam renang Kakaban Aquatic hanyalah segelintir potensi PAD Kabupaten Berau yang hilang selama pandemi lanjut ia, masih banyak wahana permainan lain yang juga tutup dan tidak ada pemasukan sama sekali dalam satu tahun terakhir.
“Masih banyak sekali potensi yang sebenarnya kita miliki, tapi terpaksa harus ditutup sementara karena adanya virus corona,” ujarnya.
Sebelumnya, kolam renang Kakaban Aquatic direncanakan akan mulai beroperasi normal di pertengahan 2021, namun karena kembali diberlakukan PPKM level 3 di Kabupaten Berau, mengakibatkan seluruh aktivitas wisata menjadi lumpuh hingga akhir tahun.
Kendati telah menurunkan target PAD bagi pengelola pada 2021 menurut Sri Eka Takariyati, namun tetap sulit tercapai.
“Tentu saja ada penurunan target, tapi karena kondisinya memang tidak memungkinkan, jadi tidak mungkin juga dipaksakan,” ucapnya.
Ia berharap pada tahun ini (2022) ada angin segar untuk aktivitas kembali sumber-sumber PAD Kabupaten Berau, sebab kondisi pandemi memang membuat PAD merosot tajam.
“Mudah-mudahanlah tahun ini kembali normal lagi,” kata Sri Eka Takariyati. (bp/hb)
















