Pengawasan Tidak Efektif, Abdulloh Desak Pemkot Setop Truk Monster Melintas di Muara Rapak

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.com – Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh punya cara pandang berbeda dalam menyikapi berulangnya peristiwa kecelakaan beruntun di simpang lima Muara Rapak, Balikpapan Utara pada Jumat (21/1) Pagi. 

Bagi Dia, pembatasan jam edar dan peningkatan pengawasan bukan menjadi pilihan utama untuk menekan kerawanan di ruas jalan tersebut. Pasalnya hingga saat ini, kedua upaya tersebut terbukti tidak efektif.

Menurut Abdulloh, idealnya perlintasan kendaraan muatan berat harus dialihkan melalui kawasan Alam Baru Somber, Balikpapan Utara. Selain itu, kendaraan muatan berat patut dilarang melintas di jalur padat kendaraan dan rawan kecelakaan lalu lintas. 

“Harusnya setop total untuk Rapak. Alihkan ke Alam Baru Somber. Mobil di atas roda delapan dilarang melintas di jalur padat dan rawan kecelakaan,” terangnya Jumat (21/1) Petang.

Ketua DPRD juga mendorong agar dinas terkait segera melakukan kajian atas konstruksi jalan di simpang Muara Rapak. Dinas terkait di level Provinsi maupun Pusat diharapkan dapat melakukan evaluasi terlebih perbaikan atas hasil kajiannya. 

Perlu diketahui, ruas jalan Soekarno-Hatta mulai dari simpang Muara Rapak, Balikpapan Utara termasuk kategori jalan provinsi dan sebagian jalan nasional. Sehingga kewenangan atas ruas jalan tersebut berada di Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. 

Maka dari itu, Abdulloh menuntut ketegasan Pemerintah Kota untuk melarang kendaraan berat melintas di jalur menanjak dan menurun tersebut hingga kajian oleh pihak terkait selesai dilakukan. 

“Tegas saja pemerintah agar sementara melarang keras kendaraan besar tidak melintas di wilayah tersebut,” timpalnya. (yor)

Baca juga: Lalu Lalang Truk Monster Makin Terbatas, Perwali Jam Edar Segera Direvisi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.