Pemerintah Kabupaten Paser Bakal Tambah Fasilitas Orang Gangguan Jiwa

TB Sihombing

kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Paser, Romif Erwinadi (TBS)

Paser, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Paser bakal menambah fasilitas perawatan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan membuat gedung dan ruangan baru, kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten setempat Romif Erwinadi.

Penambahan fasiltas ODGJ tersebut, sebab baru tersedia satu kamar di Panti Sosial UPTD Bulau Sayang, di bawah naungan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Paser, yang berada di Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot.

“Berdasarkan data yang dimiliki, ditemukan adanya peningkatan ODGJ di Kabupaten Paser setiap tahun,” ungkap Romif Erwinadi ketika ditemui helloborneo.com di Paser, Rabu.

“Ada peraturan daerah yang mengatur itu, mereka mempunyai hak mendapatkan bantuan serta penanganan dari pemerintah maka dari itu secepatnya akan kami membuat ruangan khusus bagi mereka,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Paser juga akan menyediakan sumber dayanya, dikarenakan adanya keluhan dari masyarakat yang salah satu keluarganya ODGJ, merasa jauh jika harus ditangani di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Huda Mahakam, Samarinda.

“Kami upayakan agar itu dapat terealisasi secepatnya, dan akan memberikan satu mobil khusus penanganan ODGJ,” ucapnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Paser, Abdul Kadir membenarkan hanya ada satu kamar yang disediakan di Panti Sosial Bulau Sayang, dan pada Anggaran Pendapatan Belanja (APBD) Perubahan 2022, akan dilebarkan ruangan dan pemberian fasilitas seperti kamar mandi.

Dinsos Kabupaten Paser juga telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) apabila menemui ODGJ yang berkeliaran dan menganggu di area umum.

“Itupun menggunakan salah satu kamar dari bangunan yang peruntukkannya. Kami sekat di situ, biar ada kamar khusus ODGJ. Mudah-mudahan anggaran perubahan ini sudah bisa, di situ belum ada WC-nya juga,” jelasnya.

Direktur RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser, Kamal Anshari menjelaskan dalam penanganan ODGJ memang membutuhkan perlakuan khusus. Dengan tujuan, pihak keluarga yang melihat perawatan awal tidak tega, padahal sedang ditenangkan oleh petugas.

“Memang benar biasanya ODGJ dikurung dahulu jika di RSJ, tidak ada yang komunikasi apapun dengan petugas. Tetapi itu dimaksudkan untuk menenangkan dirinya agar tidak mencelakai diri sendiri maupun orang disekitarnya,” kata dia. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.