Polemik Penyelesaian Tapal Batas Antar Kecamatan di Berau Masih Dipersoalkan

CH Borneo

Wakil Bupati Berau Gamalis. (NR)
Wakil Bupati Berau Gamalis. (Dok)

Berau, helloborneo.com – Penyelesaian tapal batas masih menjadi persoalan dibeberapa kecamatan dan kampung di Berau.

Kecamatan Teluk Bayur salah satunya, Persoalan tapal batas di beberapa kampung seperti Kampung Tumbit Melayu dan Kampung Labanan Makmur hingga kini belum selesai. Bahkan, batas antar Kecamatan Teluk Bayur dan Sambaliung mengalami hal sama.

Camat Teluk Bayur Endang Iriani mengatakan, penyelesaian tapal batas di wilayahnya memang belum bisa diselesaikan, meski beberapa kali ada upaya dengan mengumpulkan aparat pemerintah kampung dan tokoh masyarakat, sayangnya belum membuahkan hasil.

“Pemerintah kecamatan sudah ada upaya, namun tidak bisa selesai. Karena masalah ini tidak bisa diselesaikan di tingkat kecamatan, maka penyelesaiannya kami serahkan ke Pemkab Berau,” jelasnya Selasa (22/2/2022).

Hal ini juga menjadi sorotan Wakil Bupati Berau, Gamalis. Ia mengaku, sebenarnya persoalan ini sudah cukup lama menjadi perhatiannya. Bahkan, dirinya mengaku sudah pernah memberikan ultimatum kepada bagian kerja sama Setkab Berau, agar penyelesaian tapal batas dapat segera diselesaikan tahun 2023 mendatang.

“Kenapa saya ingin 2023 itu sudah selesai semua. Karena tahun 2024 itu kita sudah masuk event nasional yakni pemilu. Kalau diundur-undur sampai 2024, penyelesaiannya tidak akan efektif,” ungkap Gamalis.

Memang tidak bisa dimungkiri, saat ini masih banyak kampung yang belum selesai tapal batasnya, begitu juga dengan batas kecamatan.

Dikatakan Gamalis, adapun kendala yang banyak terjadi dalam memutuskan tapal batas, yakni pemerintah kampung serta tokoh masyarakat di masing-masing kampung memiliki versi batas masing-masing.

Hal ini tidak akan pernah selesai jika antar-kampung memiliki persepsi yang berbeda dalam menentukan batas. Jika kaitannya dengan administratif itu masih bisa diselesaikan. Seperti di Teluk Bayur katanya, hampir semua wilayah di sana belum selesai tapal batasnya.

“Kesepakatan ini harus ada. Kalau masing-masing bertahan tidak bisa. Nanti jika penyelesainnya benar-benar buntu, Pemkab Berau akan selesaikan,” pungkasnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses