Dua Sindikat Penyelundup Ribuan Gram Ganja dan Tembakau Gorila Diringkus

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.com – Upaya penyelundupan ganja dan tembakau sintetis seberat hampir empat kilogram berhasil dibongkar oleh tim gabungan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan bersama Custom Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Balikpapan.

Kepala BNNK Balikpapan Risnoto bersama Kepala KPPBC TMP B Balikpapan Firman menggelar 3,977 Kilogram ganja dan tembakau gorila hasil pengungkapan kasus penyelundupan oleh dua sindikat di Kantor BNNK Balikpapan, Kamis (31/3). (foto: Roy MS/helloborneo.com)

Kepala BNNK Balikpapan Risnoto membenarkan operasi yang dilakukan oleh pihaknya dalam 9 hari terakhir. Dalam serangkaian penyerpapan itu empat tersangka dari dua sindikat pengedar berbeda berhasil diamankan.

“Ini ke dua kalinya kami mengungkap jaringan pengedar tembakau sintetis mulai akhir tahun 2021 lalu. Peredaran tembakau sintetis di Balikpapan mulai mengkhawatirkan,” ungkap Risnoto di Kantor BNNK Balikpapan, Kamis (31/3).

Di kesempatan yang sama, Kepala KPPBC TMP B Balikpapan Firman menegaskan komitmen pihaknya dalam upaya pengawasan jalur keluar-masuk barang dari dan menuju luar negeri maupun domestik. Namun, hal tersebut tentunya diperlukan kerjasama antar instansi terkait.

“Pengawasan terus kita tingkatkan di jalur internasional maupun domestic. Tapi ini juga perlu dukungan dari semua pihak dalam pencegahannya,” singkat Firman.

Rentetan kasus tersebut diawali dengan pengungkapan penyelundupan ganja dari Medan, Sumatera Utara menuju Kota Balikpapan pada Rabu (23/3). Sebelumnya, tim penyidik mendapat informasi adanya pengiriman barang mencurigakan melalui jasa ekpedisi di wilayah Balikpapan Selatan. Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan pengintaian.

Tak berselang lama, seorang pria berinisial SE alias AR (45) mengambil kiriman paket tersebut di sebuah ekspedisi. Pada saat SE keluar dari kantor jasa ekspedisi, petugas pun bergerak melakukan penyergapan. Bersama dengan tersangka ditemukan paket ganja seberat 1,785 Kilogram yang dikemas dalam kardus.

Melalui keterangan SE, petugas kemudian  menangkap RY (33) yang berperan sebagai penghubung atau perantara serta AS (38) alias DI sebagai pemesan.

“Para tersangka diamankan di tkp berbeda. Antara lain berperan sebagai pemesan atau pemodal kemudian penghubung atau perantara”, urai Risnoto.

Dalam pengembangan kasus, belakangan terungkap bahwa sebelum penyergapan itu, tersangka SA sempat mengatur pemasokan ganja seberat 2,181 Kilogram yang dipesan oleh tersangka RY. Akhirnya petugas menggeledah sebuah rumah di wilayah Balikpapan Selatan dan menemukan barang bukti yang dimaksud pada Rabu (30/3).

 “Mereka rencananya akan mengedarkan barang tersebut di wilayah Balikpapan”, sambungnya.

Selain sindikat SE dan rekan-rekannya, petugas gabungan turut mengamankan seorang pria berinsial SA alias A (25) di sebuah jasa ekspedisi di Balikpapan Selatan Kamis (24/3) pekan lalu. Dalam penyergapan ini petugas menemukan 11,96 gram tembakau sintetis atau tembakau gorilla yang dipasok oleh SA dari Bogor, Jawa Barat.

“Ini sindikat beda lagi. Menurut pengakuannya (tersangka), barang bukti itu dipesan melalui akun sosial media. Barang bukti diselipkan dalam saku belakang celana di dalam kemasan paket kiriman tersebut,” jelasnya lagi.

Saat ini para tersangka menjalani penahanan di Kantor BNNK Balikpapan guna proses hukum lebih lanjut. Untuk kasus penyelundupan ganja, para tersangka dijerat Pasal 111 ayat (2), Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 132 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan kepada tersangka  SA dijeratkan Pasal 112 ayat (2), Pasal 114 ayat (2) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (yor)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.