Harumkan Paser MAN IC Wajib Didukung, Rafii Sebut Kembali Melihat MoU

TB Sihombing

MAN Insan Cendekia (IC) yang berada di Kilometer 8 Desa Sempulang, Kecamatan Tanah Grogot, menjadi sekolah peringkat dua terbaik di Kaltim. (Ist)
MAN Insan Cendekia (IC) yang berada di Kilometer 8 Desa Sempulang, Kecamatan Tanah Grogot, menjadi sekolah peringkat dua terbaik di Kaltim. (Ist)

Paser – Tepat juga ada anggapan Kabupaten Paser menjadi salah satu kiblat pendidikan di Kaltim. Pasalnya MAN Insan Cendekia (IC) yang berada di Kilometer 8 Desa Sempulang, Kecamatan Tanah Grogot, menjadi sekolah peringkat dua terbaik di Kaltim.

Tentu capaian ini mengharumkan nama Kabupaten Paser. Hal ini mendapatkan apresiasi dari Anggota DPRD Paser, Ahmad Rafii. Ia bilang semua patut berbangga.

“MAN IC sudah membanggakan Kabupaten Paser dengan menjadi sekolah terbaik kedua di Kaltim. Ini sangat luar,” kata Ahmad Rafii, saat menghadiri pembukaan karantina tahfidz Alquran di Gedung pusat pembelajaran terpadu MAN IC, Jumat (1/4/2022).

MAN Insan Cendekia (IC) yang berada di Kilometer 8 Desa Sempulang, Kecamatan Tanah Grogot, menjadi sekolah peringkat dua terbaik di Kaltim. (Ist)
MAN Insan Cendekia (IC) yang berada di Kilometer 8 Desa Sempulang, Kecamatan Tanah Grogot, menjadi sekolah peringkat dua terbaik di Kaltim. (Ist)

Disinggung mengenai dukungan Pemkab maupun DPRD Paser, ia menyebut bakal lebih dulu kembali melihat Memorandum of Understanding (MoU) antara MAN IC dengan Kementerian Agama. Sehingga nantinya dapat dibantu terkait masalah sarana dan prasaran, pagar atau jalan di areal MAN IC.

“Bisa ranah kabupaten. Karena kita punya tanggung jawab menyelesaikan sarana dan prasarana seperti jalan dan pagar. Tapi mau melihat dari MoU Kementerian Agama dan MAN IC kenapa di Kabupaten Paser,” sambungnya.

Setelah melihat MoU nantinya, ia meminta pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan yang menjadi tugas, khususnya terkait sarana dan prasarana. Apalagi jika memang menjadi tanggung jawab Pemkab Paser.

Sementara terkait program tahfidz Alquran dinilai Rafii merupakan bentuk membangun. Dikatakannya membangun tak serta-merta wujud fisik seperti infrastruktur, sarana dan prasarana. Namun peningkatan sumber daya manusia (SDM).

“Visi dan misi pelaksanaan tahfidz ini menjadikan siswa selain berilmu, juga berakhlaq dan attitude yang baik. Makanya saya antusias mengahadiri,” pungkasnya.

Sekadar informasi, peserta tahfidz Alquran dilaksanakan karantina selama satu bulan. Dimulai sepekan sebelum Ramadan dan diakhiri sepekan sebelum idulfitri. Diikuti siswa kelas X dan IX MAN IC Paser dengan total 208 orang. Dimana para peserta diharapkan menghafal Alquran maksimal 3 juz. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses