Legislator Perempuan Penajam Sebut Harus Ada Inovasi Desa Korporasi Sapi

ES Yulianto

Legislator perempuan dari DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Sujiati (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Legislator perempuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Sujiati menyebutkan harus ada desa korporasi sapi untuk menjamin kebutuhan daging sapi.

“Kami dukung program desa korporasi sapi di lima desa di Kecamatan Babulu, dan kami minta peternak untuk berinovasi,” ujar Sujiati ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Selasa.

Kementerian Pertanian atau Kementan memberikan bantuan 1.000 ekor sapi melalui program Desa Korporasi Sapi 2021 yang terdiri dari 500 ekor sapi betina dan 500 ekor sapi jantan.

Lima desa penerima bantuan sapi ternak di antaranya, Desa Labangka Barat, Babulu Darat, Gunung Intan, Gunung Mulia dan Desa Gunung Makmur, dan masing-masing kelompok mendapatkan 200 ekor sapi terdiri dari 100 ekor bentina dan 100 ekor jantan.

Program tersebut menurut dia, telah berjalan baik dan hingga kini dari lima desa telah berhasil mengembangbiakan 24 ekor sapi dan berhasil menjual 104 ekor sapi

“Saat ini saya lihat sudah lihat program desa korporasi sapi di lima desa sudah berjalan dengan sangat baik,” ucapnya.

Sapi ternak kelompok peternak di Kabupaten Penajam Paser Utara (ESY)

Untuk pemasarannya lanjut Ketua fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut, tidak ada yang dikhawatirkan karena sudah bekerja sama dengan pihak ketiga.

“Hasil dari sapi yang dikembangkan itu diserap oleh semacam koperasi, jadi tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara untuk menjaga hasil panen, sehingga dapat menjamin kebutuhan daging sapi di daerah berjuluk “Benuo Taka” tersebut, sebelum memprioritaskan kebutuhan sapi Kalimantan Timur dan Ibu Kota Negara atau IKN Indonesia baru bernama Nusantara.

“Kami minta untuk kebutuhan daging Kabupaten Penajam Pase Utara untuk diutamakan, selebihnya baru dibawa ke luar daerah,” ujarnya.

Dia juga ingin pemerintah kabupaten untuk sigap atau cepat berinovasi dalam menerima manfaat turunan program korporasi sapi tersebut, dengan menumbuhkan industri pakan ternak, peningkatan sumber daya manusia (SDM) terkait peternakan dan masih banyak lagi.

“Masih perlu adanya teknologi untuk memanfaatkan faktor lainnya seperti kotoran ternak dibuat pupuk organik yang dapat membantu permasalahan petani soal pupuk,” kata Sujiati. (adv/bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.