Pabrik Sawit Kapasitas 30 Ton Per jam Bakal Dibangun di Paser

TB Sihombing

Berfoto bersama usai penandatanganan perjanjian kerja sama pembangunan pabrik kelapa sawit di Ruang Rapat Sadurangas Kabupaten Paser, Senin (25/4) (TBS)

Paser, helloborneo.com – Pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton per jam bakal dibangun di Desa Sawit Jaya, Kabupaten Paser di bawah naungan Koperasi Induk Perkebunan Paser Jaya dengan anggota sebanyak 8.500 pekebun.

Ketua Koperasi Induk Perkebunan Paser Jaya Bersama, Aliyadi saat ditemui helloborneo.com di Paser, Senin, mengatakan telah banyak investor yang berminat salah satunya dari Malaysia, tetapi perusahaan menginginkan kepemilikan usaha tidak melibatkan petani, berbeda dengan PT Tredo Media.

“Investor lain menginginkan mereka yang miliki pabrik, kami tidak tidak ingin seperti itu. Kami ingin memiliki yang akhirnya bisa mayoritas,” ujarnya.

Pembangunan pabrik kelapa sawit tersebut diawali dengan perjanjian kerja sama antara Koperasi Induk Perkebunan Paser Jaya Bersama dengan PT Tredo Media di depan Bupati dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Paser di Ruang Rapat Sadurangas.

Selama ini, pengiriman TBS (tandan buah segar) kelapa sawit ke pabrik yang tidak dimiliki oleh koperasi, petani tidak memiliki kekuatan untuk negosiasi harga pembelian TBS kelapa sawit maupun perlakuan lainnya dan harus diubah.

Nilai investasi dalam pembangunan pabrik diperkirakan Rp160 miliar dengan modal awal disiapkan oleh koperasi sebesar 15 persen.

Direktur PT Tredo Media, Chandra Rambey, mengaku sebagai investor hadir untuk membantu petani dalam mewujudkan pembangunan pabrik yang diinginkan petani.

“Negara mengeluarkan aturan mengenai kemitraan, pelan-pelan kami penuhi, dan membantu pemerintah memperbaharui semua agar petani bisa naik kelas,” ucapnya.

“Pembangunan pabrik kelapa sawit petani, atau milik petani dan kami sebagai mitra untuk membawa mereka dari petani TBS kelapa sawit yang sudah berlangsung selama 30 tahun, bakal menjadi petani CPO (cruide palm oil (CPO) atau kelapa sawit mentah,” tambahnya.

Pada Rabu (27/4) akan dilakuan penandatanganan akta pendirian perusahaan yakni, PT Paser Sejahtera Bersama) yang sahamnya dimiliki oleh petani dan pabrik kelapa sawit tersebut ditargetkan sudah berdiri dengan rendeman minimum 23 persen pada 2023, diakhir kerja sama atau 30 tahun mendatang 75 persen saham menjadi milik petani.

“Ini yang pertama di Indonesia, pembangunannya menjadi role model,” ungkap Chandra Rambey.

Bupati Paser Fahmi Fadli mengapresiasi dengan dilakukannya kerja sama pembangunan pabrik kelapa sawit tersebut, dan diharapkan kerja sama dilakukan dengan baik.

“Jangan sampai ada masalah ditengah jalan yang ujung-ujungnya  kegagalan. Kalau ada masalah bicarakan dengan baik dan yang jelas pemerintah kabupaten tidak ingin gagal,” tegas dia. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.