DPRD Paser Soroti Layanan RSUD Panglima Sebaya Dikeluhkan Masyarakat

TB Sihombing

RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser (TBS)

Paser, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Paser menyoroti pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya, terutama layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang dikeluhkan masyarakat.

Pelayanan rumah sakit “plat merah” atau milik pemerintah kabupaten tersebut menurut Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Paser Ikhwan Antasari saat ditemui helloborneo.com di Paser, Selasa, selalu dikeluhkan masyarakat setiap tahun.

RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser diminta benar-benar melakukan pembenahan, sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat menyangkut pelayanan di RSUD tersebut.

“Kurang profesionalnya tenaga medis, perawat, dokter dan bagian administrasi yang berhubungan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Informasi yang diterima juga menyebutkan ada dokter yang jarang masuk kerja dan persoalan tersebut bukan sesuatu yang baru menurut dia, berdasarkan rekomendasi mengenai pembenahan layanan kesehatan sudah ada pada Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Paser 2020.

Permasalahan RSUD Panglima Sebaya kembali masuk dalam LKPj Bupati Paser 2021, namun lanjut dia, tidak menginginkan permasalahan layanan kesehatan di RSUD Panglima Sebaya kembali berlanjut dan secepat di atasi dengan baik.

“Permasalahan sudah berulang kali menjadi keluhan warga, direktur yang baru sudah berjanji persoalan segera tertangani dengan secepatnya,” ucap Ketua DPD Partai Golkar Paser itu.

DPRD Kabupaten Paser telah memberi saran dan arahan melalui rekomendasi LKPj 2021 dalam penanganan keluhan masyarakat menyangkut layanan RSUD Panglima Sebaya tersebut.

“Harus benar-benar dilakukan dengan baik dan professional, sehingga ke depan tidak ada lagi keluhan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Panglima Sebaya,” kata Ikhwan Antasari. (adv/bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.