Pemerintah Kabupaten Penajam Selektif Berikan Ruang Investasi

ES Yulianto

Plt Bupati Penajam Paser Utara Hamdam Pongrewa (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara selektif memberikan ruang investasi karena seiring ditetapkannya sebagian wilayahnya yakni Kecamatan Sepaku sebagai lokasi ibu kota negara atau IKN Nusantara, daerah berjuluk “Benuo Taka” itu memiliki daya tarik bagi para penanam modal.

“Pemerintah kabupaten telah mencegah adanya oknum investor,” ujar Pelaksana tugas Bupati Penajam Paser Utara Hamdam Pongrewa ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Rabu.

Modus investasi bodong menjadi catatan lanjut dia, yakni bermodalkan alasan memiliki tanah di Kabupaten Penajam Paser Utara untuk mendapatkan izin investasi.

“Harus selektif karena ada juga yang coba berspekulasi. Bisa saja mereka spekulan tahan mencoba menguasai kawasan nanti ketika diberikan izin bukan malah berinvestasi malah menjual tanah,” ucapnya

Para investor harus memiliki rencana kerja dan tujuan investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, yang dimuat dalam proposal yang bakal diverifikasi oleh tim investasi dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga telah menolak beberapa calon investor, kendati telah terdaftar dalam Kementerian Investasi melalui OSS (online single submission).

“Penanam modal harus bisa yakinkan pemerintah kabupaten bahwa benar-benar mau berinvestasi, harus lengkap proposal dan mau bangun apa, serta melalui vertifikasi dari tim pemerintah kabupaten,” jelasnya.

“Ada juga beberapa investasi yang sudah kami batalkan, meski sudah ada KKPR (kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang) oleh OSS tetap kami batalkan karena mencium baunya mau spekulasi saja,” tambahnya.

Pada 2021 target nilai investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar Rp300 miliar, namun hanya tercapai sekisar Rp225 miliar.

Kemudian pada thun ini (2022) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan Kabupaten Penajam Paser Utara harus mencapai nilai investasi lebih kurang Rp882 miliar. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.