Polisi Paser Diduga Tetapkan Tersangka Tanpa Surat Perintah Penangkapan

TB Sihombing

Keluarga Bunawar bingung karena hingga proses penangkapan belum menerima informasi resmi dari petugas (TBS)

Paser, helloborneo.com – Polisi dari Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor atau Sat Reskrim Polres Paser diduga menetapkan seorang kuli bangunan bernama Bunawar (45 tahun) warga Kelurahan Tanah Grogot, Kecamatan Tanah Grogot menjad tersangka yang disinyalir melakukan tinda pidana pencurian tanpa surat penangkapan.

Informasi yang diperoleh helloborneo.com di Paser, Rabu, menyebutkan tudingan tersebut membuat rundung pilu pihak keluarga, baik yang dirasakan oleh kakak adiknya, maupun istri dan anak-anaknya karena Bunawar merupakan tulang punggung keluarga harus berurusan dengan pihak berwajib saat mencari nafkah.

Keluarga Bunawar juga dibuat bingung karena hingga proses penangkapan keluarga belum menerima informasi resmi dari petugas, bahkan kepastian secara sah dalam bentuk secarik kertas atas penangkapannya hingga kini tidak diterima pihak keluarga.

“Kabar dia ditangkap hanya kami dapat informasinya dari mulut ke mulut. Tidak jelas apa yang disangkakan terhadapnya. Istrinya juga bahkan tidak tahu-menahu,” ujar M Nasir, kakak kandung Bunawar.

Padahal, berdasarkan keterangan yang dihimpun, Bunawar ditangkap pada Rabu, (29/3). Penangkapan dilakukan sore hari, saat Bunawar bersama rekannya mengantar buah kelapa sawit hasil panena menuju Timbangan Ram Sawit, dan ditangkap bersama tujuh orang lainnya.

Pihak keluarga mengaku, berdasarkan informasi yang beredar, Bunawar ditangkap lantaran mencuri buah kelapa sawit tersebut. Lokasi penangkapannya di Desa Rantau Panjang, sementara lokasi buah kelapa sawit yang dipanen tidak jauh dari Ram Sawit masih disekitaran lokasi.

Menurut keterangan pihak keluarga, lokasi tempat Bunawar memanen merupakan lahan warisan keluarga, sementara sang pelapor Rasidi (60 tahun) yang tidak lepas dari serumpun atau juga keluarga Bunawar.

“Katanya ditangkap sebelum bulan puasa. Lokasinya tidak jauh dari kebun, kalau pelapor masih keluarga juga,” ucap Madarwis HB, kakak ipar Bunawar.

Keluarga Bunawar menyesali tindakan pihak penegak hukum yang tidak memberikan upaya mediasi terhadap duduk masalah, termasuk terhadap Rasidi, mengingat Bunawar memanen hasil tanam tumbuh di atas lahan warisan keluarga.

“Kami sangat sayangkan juga tindakan yang dilakukan, padahal mediasi dulu lebih baik. Soalnya itu lahan warisan sama-sama,” tambahnya.

Janggalnya proses hukum terhadap Bunawar dan rekannya menjadi pertanyaan dibenak keluarga. Bahkan saat Idul Fitri, pihak keluarga hanya berkesempatan menghubungi tersangka melalui telepon seluler.

“Cuma dapat kesempatan video call, pertama kali kami berlebaran tanpa beliau disini,” kata Syarifullah, adik kandung Bunawar.

Kasatreskrim Polres Paser AKP Supriyadi menyatakan, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri setempat untuk proses lebih lanjut.

“Sudah di Jaksa itu, ada di Rutan Grogot tersangkanya, tidak bisa berdamai,” jelasnya melalui pesan singkat. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.