Ribuan Warga Kabupaten Paser Belum Bisa Nikmati Listrik PLN

TB Sihombing

Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Paser, Usma (TBS)

Paser, helloborneo.com – Sedikitnya 2.601 warga Kabupaten Paser hingga kini belum bisa nikmati aliran listrik PLN (perusahaan listrik negara), akibat belum adanya jaringan terpasang di sebagian di wilayah itu.

“Pada tahun ini (2022) masih ada 11 desa dari lima kecamatan yang belum teraliri listrik PLN,” ujar Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Paser, Usma saat ditemui helloborneo.com di Paser, Rabu.

Wilayah yang belum teraliri listrik PLN di antaranya, Desa Rantau Buta dengan 40 KK (kepala keluarga) dan Desa Rantau Layung 61 KK di Kecamatan Batu Sopang.

Kemudian 1.557 KK yang tersebar di Desa Keladen, Labuan Kallo, Selengot, Random, dan Senipah di Kecamatan Tanjung Harapan, serta 438 KK di Desa Luan dan Muara Andeh di Kecamatan Muara Sama juga masih menantikan aliran listrik PLN.

Wilayah yang belum terpasang jaringan listrik lainnya yakni, Desa Harapan Baru di Kecamatan Kuaro dengan 435 KK, dan Desa Kepala Telake di Kecamatan Long Kali 70 KK.

“Ada gunakan PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) Komunal dan ada gunakan genset untuk penerangan sementara di wilayah yang belum teraliri listrik PLN itu,” ucapnya.

Khusus untuk di Desa Muara Andeh Kecamatan Muara Samu akan dibangun jaringan listrik pada tahun ini (2022) menurut dia, saat ini sedang berjalan pendistribusian bahan material yang diperlukan yang anggaran langsung dari PLN.

“Muara Andeh selesai pemasangan listrik PLN tahun ini berarti berkurang satu desa, sekarang lagi pengerjaan,” ungkapnya usai zoom meeting percepatan pembangunan dan pemenuhan listrik di Kabupaten Paser.

Pemerintah Kabupaten Paser diminta untuk membantu menyangkut infrastruktur jalan yang dilalui untuk membawa bahan-bahan yang diperlukan, seperti tiang listrik dan sebagainya dalam pengerjaan pemasangan listrik PLN tersebut.

“Pak Bupati sanggupi dan siap bantu untuk pengangkutan barang atau komponen pemasangan listrik. Jadi kebutuhan PLN dibantu pemerintah kabupaten terutama transportasi dan infrastrukturnya,” jelasnya.

Bantuan tersebut untuk mengantisipasi jembatan terputus atau medan jalan yang sulit dilintasi sehingga saat proses pengerjaan tidak ada kendala, serta pekerjaan berjalan lancar dan selesai tepat waktu.

Pada 2023 paling tidak telah dilakukan peta jalan atau roadmap oleh PLN kata Usma, pada 2024 ditargetkan semuanya telah selesai roadmap kelistrikan. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.