UMK Kabupaten Penajam Buat Warga Sepaku Tidak Tertarik Kerja Proyek IKN

ES Yulianto

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Hartono Basuki (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Standar Upah Minimum Kabupaten atau UMK di Penajam Paser Utara membuat warga Kecamatan Sepaku tidak tertarik untuk bekerja di proyek pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara.

“Penyerapan tenaga kerja lokal di proyek IKN Nusantara cukup baik,” ujar Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Hartono Basuki ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Senin.

Penerimaan tenega kerja di proyek IKN Nusantara seperti pembangunan Bendung Sepaku-Semoi dan pengambil air (intake) di wilayah Kecamatan Sepaku lanjut dia, bekerja sama dengan pemerintah desa.

Namun jelas dia, seiring berjalannya waktu warga yang bekerja mengundurkan diri dari proyek strategis nasional tersebut karena dilatarbelakangi nilai gaji.

“Karena gajinya tidak menarik buat kawan-kawan di Sepaku mereka banyak yang mengundurkan diri,” ucapnya.

Menurut informasi yang didapat nilai gaji tersebut dianggap tidak menarik oleh warga, karena penghasilan di perkebunan lebih tinggi dari nilai gaji di proyek pembangunan IKN Nusantara.

“Teman-teman di Sepaku sebut mereka bisa dapatkan penghasilan di luar itu seperti kerja di kebun sawit dan lain lain lebih besar,” jelasnya.

Nilainya gaji dianggap tidak lebih tinggi dari UMK Penajam Paser Utara yang lebih kurang Rp3,3 juta tegas dia, tidak lebih tinggi dari standar untuk tenaga kerja non skill.

Mengetahui akan adanya 150-200 ribu tenaga kerja bakal masuk ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Hartono Basuki tetap berharap tenaga kerja lokal banyak diserap dan diyakini ke depannya nilai gaji para pekerja IKN Nusantara akan lebih tinggi.

“Kami berharap serapan tenaga kerja lebih diutamakan, Yang sekarang gaji dianggap kecil belum tentu yang ke depannya, bisa saja lebih tinggi,” kata dia. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.