Keterangan Pers

Kaltara, helloborneo.com – DinasPertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara atau Kaltara berharap melalui sosialisasi GAP (Good Agricultural Practices) dapat menghasilkan komoditas cabai dan buah kualitas baik di daerah itu.
Dalam menghadapi tantangan dan tuntutan konsumen dan pasar terhadap tersedianya berbagai macam produk pertanian, serta dapat bersaing secara global. Maka, praktik pertanian perlu disempurnakan agar lebih produktif dan efisien. Praktik pertanian tersebut adalah praktik budidaya pertanian yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP).
Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas (Kadis) DPKP Provinsi Kaltara, Heri Rudiyono, melalui Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda, Suhaeli usai menggelar Sosialisasi GAP dalam Penyusunan SOP (Standar Operasional Prosedur) tanaman cabe dan buah yang dilaksanakan Kamis (9/6).
Dia mengatakan, GAP metode budidaya tanaman yang baik memenuhi persyaratan mutu, keamanan, kesehatan dan keamanan pekerja serta meningkatkan kesejahteraan petani, GAP juga meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman.
“Selain untuk meningkatkan kesejahteraan petani, lewat kegiatan ini dapat mendorong para petani memiliki sikap mental, bertanggungjawab terhadap produk yang mereka hasilkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima helloborneo.com, Senin.
Dia juga berharap lewat materi yang diberikan, para petani dapat mengaplikasikan GAP penyusunan SOP dengan benar, sehingga dapat menghasilkan komoditas tanaman khususnya tanaman cabe dan buah berkualitas baik di Kaltara.
Peserta sosialisasi berjumlah sekitar 50 orang, terdiri dari petani laki-laki dan perempuan yang ada di wilayah Kabupaten Nunukan. (adv/dkisp/bp)

















