Pemprov Kaltara Alokasikan SOA Penumpang Rp14 Miliar

Keterangan Pers

Alokasikan SOA penumpang Rp14 Miliar (Ist)

Tanjung Selor, helloborneo.com – PemerintahProvinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) kembali akan merealisasikan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat perbatasan dengan mengalokasikan SOA (subsidi ongkos angkut) lebih kurang Rp14 miliar melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD provinsi setempat.

“Insya Allah tahun ini (2022) akan bergulir, hanya saja ada sejumlah kendala. Namun itu, bukan halangan bagi kami, saya yakin ini segera terealisasi,” ujar Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang dalam keterangan tertulis yang diterima helloborneo.com, Selasa.

Gubernur menilai kebijakan SOA dapat menekan disparitas harga di wilayah perbatasan dan pedalaman, serta dapat menjalankan misi kemanusiaan membantu warga yang hendak bepergian ke wilayah tersebut.

“Melalui program SOA barang, bisa menyesuaikan harga kebutuhan pokok yang ada di wilayah perbatasan dan pedalaman. Tidak hanya itu, melalui SOA penumpang juga bisa memudahkan masyarakat di wilayah perbatasan untuk bepergian dengan harga yang terjangkau,” jelasnya.

Terbatasnya penganggaran dengan menggunakan alokasi APBD tidak menyurutkan semangat Pemprov untuk melayani masyarakat di perbatasan lanjut Gubernur, pihaknya akan berupaya menarik dana dari pusat yang belum disalurkan ke provinsi termuda ini.

“Kami berupaya untuk menarik beberapa dana dari pusat yang belum disalurkan ke Kaltara,” ucapnya.

Pada tahun lalu (2021) penerbangan penumpang bersubsidi terealisasi hampir 100 persen menurut dia, program layanan tersebut dibiayai melalui APBD maupun Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN.

“Tidak hanya pada penumpang udara, kami juga memberikan layanan subsidi kepada masyarakat perbatasan yang menggunakan moda transportasi sungai, dan diharapkan adanya program itu dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ada di perbatasan maupun pedalaman dapat berjalan maksimal,” kata dia. 

Laporan Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, pemerintah provinsi membuka layanan penerbangan bersubsidi sebanyak 845 penerbangan (flight) untuk alokasi APBD, sedangkan untuk layanan subsidi penumpang transportasi sungai sebanyak 157 trip dan total realisasi SOA yang bersumber dari APBD senilai Rp13,4 miliar.

Realisasi SOA penumpang yang bersumber dari APBN sebanyak 2.806 penerbangan, dan realisasi SOA Perintis Kargo sebanyak 520 penerbangan dengan total realisasi anggaran sebesar Rp39,9 miliar.

“Semua terealisasi berkat upaya maksimal Pemprov Kaltara, pemerintah daerah setempat dan institusi lainnya yang terlibat. Termasuk, partisipasi aktif masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan,” ujarnya.

Tidak hanya kegiatan SOA penumpang, pada tahun lalu SOA barang untuk masyarakat di perbatasan juga telah terealisasi 100 persen. SOA barang 2021 menjangkau sejumlah wilayah pedalaman dan perbatasan di Kaltara, meliputi Krayan, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan, Lumbis Hulu, Seimanggaris, Tulin Onsoi, dan Sebakis di Kabupaten Nunukan.

Di Kabupaten Malinau menjangkau daerah seperti Mentarang Hulu, Sei Tubu, Long Sule, Pujungan dan Bahau Hulu.

“Berdasarkan laporan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Disperindagkop-UKM) Kaltara, kegiatan SOA Barang yang bersumber dari APBD pada tahun lalu (2021) telah terealisasi 100 persen,” jelas Gubernur.

Dianggarkannya program SOA barang oleh Pemprov Kaltara bertujuan untuk menekan disparitas harga kebutuhan pokok di perbatasan.

Pada program ini, Pemprov Kaltara mensubsidi biaya pengangkutan barang pokok strategis masyarakat ke daerah-daerah sasaran, baik melalui jalur sungai maupun udara dengan maskapai perintis. Dengan begitu, barang pokok yang disuplai akan tetap mengikuti harga distributor.

“Harganya akan terjangkau. Sama dengan harga di kota. Ini akan memudahkan masyarakat di pedalaman, di pelosok perbatasan mendapatkan barang kebutuhannya dengan harga yang murah,” kata Gubernur.

Selain itu, program ini diharapkan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok yang berasal dari negara tetangga, Malaysia. (adv/dkisp/bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.