Reses, Ketua DPRD PPU Terima Keluhan Fasilitas Ibadah hingga TPAh

ES Yulianto

Reses atau serap aspirasi masa sidang ketiga, Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Syahrudin M Noor. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Menggelar reses atau serap aspirasi masa sidang ketiga, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Syahrudin M Noor menerima keluhan atas kekurangan fasilitas rumah ibadah.

Digelar dikediamannya, Syahrudin M Noor sempat memulai reses dengan shalawatan hingga tilawatil Qur’an, Senin malam (08/08).

Setelah rangkaian kegiatan keagamaan usai, kemudian acara inti yakni serap aspirasi warga sekitar sesuai daerah pemilihan yang kali ini berkesempatan bagi warga Kecamatan Waru.

Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Syahrudin M Noor. (ESY)
Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Syahrudin M Noor. (ESY)

Ani warga RT 11, Desa Sesulu, Kecamatan Waru mengaku beberapa fasilitas rumah ibadah saat ini perlu adanya renovasi seperti penambahan fasilitas hingga pembangunan fisik.

“Mushola darul naza sudah ada jemaah shalat Jumat. Saat ini sudah ada bangunan seperti toilet dan tempat wudhu. Kalau boleh saya minta untuk bisa dibangunkan tambahan kanopy dan pendingin ruangan,” kata Ani.

Selain itu juga ada keluhan warga untuk diminta dibangunkan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Hal ini mengingat dari hasil indentifikasi jumlah anak-anak telah mencapai 30 orang dan butuh sarana.

Khatam Al Quran massal sabtri TK TPA Al Falah Petung (Iskandar – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Bila tidak dikhawatirkan warga akan terjadinya penyimpangan saat kemajuan zaman seperti saat ini untuk terhindar dari hal negatif.

Syahrudin M Noor lebih dulu menanggapi penambahan fasilitas rumah ibadah. Bagi dirinya saat ini pertumbuhan penduduk akan selalu meningkat sehingga fasilitas rumah ibadah memang perlu ditingkatkan.

Dirinya memohon kepada warga untuk bisa menindaklanjuti keluhan tersebut secara resmi melalui proposal yang bisa disampaikan kepada Kepala Daerah.

“Nanti silahkan ajukan proposal tujuan bupati tembusan ke saya biar mudah mengontrol,” tuturnya.

Syahrudin tak menampik bahwa semakin lengkap fasilitas rumah ibadah akan menambah kekhusyukan untuk beribadah.

“Syiar agama kita ini, kita lakukan membangun masjid dan mushalla. Orang shalat sejuk bisa lebih khusyuk,” ucapnya.

Sedangkan keluhan untuk pembangunan TPA akan diupayakan oleh Syahrudin M Noor. Dirinya pun mengungkapkan bahwa akan menjalani secara maksimal meski anggaran pemerintah saat ini terbatas.

“Mudah-mudahan anggaran bisa terpenuhi walau tak maksimal,” imbuhnya.

Baginya hadirnya TPA dianggap sebagai upaya untuk mencegah generasi muda terhindar dari hal negatif seperti narkoba, minuman keras dan lainnya.

“Banyak sekali dikaulan muda yang harus dihindarin dari narkoba dan minuman keras. Tentu kita bagaimana mengarahkan anak-anak kita sekolah bisa teratasi dan agamanya bisa terarah,” tutupnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses