ES Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara), Sujiati menerima 2 keluhan pada reses atau serap aspirasi masa sidang 3.
Keluhan tersebut diterima dirinya dari tanggapan warga di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara yang pesertanya dari kelompok tani ataupun kelompok nelayan pada minggu 7 Agustus 2022.
Sujiati mengungkapkan hal pertama yang menjadi keluhan yakni harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang dianggap mengalami kenaikan. Meski adanya ketersediaan solar subsidi juga dianggap tak mampu memenuhi kebutuhan.

“Di Waru bersama kelompok nelayan yang mereka keluhkan saat ini adalah BBM solar yang sangat luar biasa kenaikannya. Memang ada solar subsidi tapi tidak banyak jadi tidak bisa memenuhi permintaan nelayan,” kata Sujiati, senin (08/08).
Kemudian keluhan yang kedua yakni terkait jalan rusak yang menjadi andalan petani ataupun nelayan. Namun saat ini pihak legislatif tak bisa banyak berjanji. Pasalnya gambaran untuk anggaran aspirasi dikatakan Sujiati belum mencuat.

“Kedua terkait akses jalan banyak yang rusak itu sih. Ya saya sendiri tidak berani janji aspirasi karena belum ada gambarannya,” ujarnya
Dari hasil reses tersebut dirinya akan menyampaikan kepada ketua komisi dan pimpinan DPRD kabupaten Penajam Paser Utara.
“Saya akan laporkan dengan pimpinan gimana solusinya, seperti apa dan juga ketua komisi,” jelas Sujiati.
Dirinya memiliki solusi berupa menggelar pertemuan dengan dinas dan pihak terkait soal keluharan tersebut. Dan juga solusi untuk meminta bantuan kepada pemerintah pusat membangun jalan rusak melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN)
“Kalau gambaran saya nanti kita panggil dinas terkait dan Pertamina. Soalnya dengan harga solar saat ini tidak menutupi nilai modal. Intinya tetap berusaha untuk genjot gimana caranya APBN itu bisa memperbaiki jalan yang rusak,” pungkasnya. (adv/log)
















