Pria Paruh Baya Meninggal Usai Lerai Percekcokan Istrinya Dengan Tetangga

Suasana rumah korban di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, saat SF hendak dibawa ke RS Bhayangkara Balikpapan guna otopsi. (Foto: ist)

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.com – SF mendadak ditemukan meninggal di kamar mandi rumahnya di Jalan Wolter Monginsidi, RT 31 Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, Selasa (30/8) pagi. Tak satupun anggota keluarganya yang mengetahui penyebab kematian pria 52 tahun itu.

Namun, menurut keterangan yang dihimpun, sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, SF sempat mengalami penganiayaan oleh tetangganya berinisial S. Masalah itu dipicu cekcok soal jemuran.

Kapolsek Balikpapan Barat Kompol Djoko Purwanto menerangkan, saat itu istri SF yang berinsial ME terlibat adu mulut dengan S. Diduga karena S tidak terima jemuran miliknya dipergunakan ME menjemur pakaian. Ia pun tiba-tiba memotong tali jemuran, sehingga pakaian yang dijemur ME terjatuh.

“Karena pakaiannya jatuh, ME diikuti SF mendatangi S,” kata Djoko dikonfirmasi usai kejadian.

Lebih lanjut Djoko menerangkan, S seketika mengayunkan bambu secara membabi buta ke arah pasutri tersebut. Bambu yang digunakan S kemudian mengenai SF. Padahal saat itu SF dikatakan bermaksud melerai cekcok yang terjadi antara ME dengan S.

Tak hanya itu, S juga mengaku sempat mengigit tangan dan dada kiri suami ME. Setelah itu, S mendorong hingga SF tersungkur.

“Memang ada luka bekas gigitan di dada kiri dan tangan korban,” ujar Djoko.

Namun, setelah peristiwa itu mereda, SF masih sempat beraktifitas seperti biasa. Hingga kemudian dirinya ditemukan tak bernyawa ketika hendak buang air di kamar mandi.

“Korban tidak langsung meninggal. Ada selang waktu sekitar 50-60 menit,” imbuhnya.

Sampai dengan siang, S masih menjalani pemeriksaan di Markas Polsek Balikpapan Barat. Djoko menyatakan status S masih sebagai saksi, hingga ada bukti mengenai adanya keterkaitan kematian SF dengan peristiwa penganiayaan yang dilakukannya.

Sementara untuk mengungkap sebab kematian, penyidik melakukan otopsi terhadap jasad SF.

“Dari hasil otopsi baru bisa diketahui pasti penyebab kematian korban. Nanti juga akan kita telusuri apakah kedua peristiwa tersebut saling berkaitan,” tutupnya. (yor)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses