Dinas Pertanian Penajam Targetkan 80 Persen Ternak Divaksin PMK

Nyaman Bagus Purwaniawan

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Arief Murdiyatno. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur menargetkan 80 persen hewan ternak sapi dan kerbau di daerah itu divaksin PMK (penyakit mulut dan kuku) dengan jumlah populasi sekitar 18.000 ekor sapi dan kerbau

“Untuk kejar kekebalan komunal paling tidak 80 persen hewan ternak sapi dan kerbau dari populasi harus divaksin,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Arief Murdiyatno di Penajam, Rabu.

Sedikitnya sekisar 14.400 ekor hewan ternak sapi dan kerbau yang harus divaksin PMK jelas dia, dengan target 80 persen dari populasi sekitar 18.000 ekor sapi dan kerbau.

Sampai saat ini sebanyak 2.000 ekor hewan ternak sapi dan kerbau di daerah berjuluk “Benuo Taka” itu telah disuntik vaksin penyakit mulut dan kuku dosis satu.

Ribuan ekor hewan ternak sapi dan kerbau yang telah menerima vaksin PMK tersebut berada di Kecamatan Penajam dan Babulu, yang disinyalir merupakan daerah rawan penyebaran penyakit mulut dan kuku.

Hewan ternak sapi dan kerbau yang telah mendapat vaksin dosis satu dipastikan bakal kembali menerima vaksin dosis dua sebagai penguat.

“Kami sudah terima 2.000 dosis dua vaksin PMK untuk disuntikkan kepada hewan ternak sapi dan kerbau yang sudah disuntik vaksin dosis satu,” ucapnya.

Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara juga kembali mendapat sebanyak 5.800 vaksin penyakit mulut dan kuku dosis satu dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Ribuan vaksin PMK tersebut dipastikan bakal disuntikkan kepada hewan ternak sapi dan kerbau secara merata di wilayah Penajam Paser Utara.

“Vaksin PMK itu didistribusikan untuk Kecamatan Penajam, Waru, Babulu dan Sepaku, tidak hanya di daerah yang dianggap rawan penyebaran penyakit mulut dan kuku,” kata Arief Murdiyatno.

Upaya pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kuku lainnya dengan melakukan pengetatan arus lalu lintas hewan ternak dari luar daerah, dan pemeriksaan klinis hewan ternak di sejumlah peternakan. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.