Dua Remaja Tersandung Kasus Gara-Gara Beli IPhone Pakai Uang Palsu

Satreskrim mengungkap kasus uang palsu yang libatkan dua remaja di Balikpapan. (helloborneo.com/RoyMS)

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.com – Dua remaja berinsial PL (15) dan MI (16) harus berurusan dengan hukum setelah membeli barang menggunakan uang palsu (upal).

Kasus penipuan ini awalnya terungkap dari laporan salah satu gerai handphone yang mengaku dirugikan oleh pembelinya.

Kasatreskrim Polresta Balikpapan, Kompol Rengga Puspo Saputro menerangan, kejadian bermula ketika PL dan MI mendatangi gerai tersebut untuk membeli iPhone 11 seharga Rp6,5 juta rupiah.

Mengetahui jumlah yang harus dibayarkan, kedua remaja itu pun mengeluarkan sejumlah uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Namun, setelah transaksi jual beli, dan keduanya meninggalkan gerai tersebut, penjual mulai curiga dengan bentuk uang yang diterimanya.

“Dua ABH (anak berhadapan hukum) ini membeli iPhone seharga Rp 6,5 juta. Setelah dicek rupanya uang yang digunakan untuk membeli palsu. Penjual lalu melapor,” kata Rengga, Kamis (1/9/2022).

Menindaklanjuti laporan korban, Polisi pun menelusuri keberadaan kedua remaja hingga melakukan penangkapan.

Saat diperiksa, para remaja ini mengaku mendapat uang palsu dengan membelinya secara online. Menurut mereka, penjual uang palsu berada di Sidoarjo, Jawa Timur dan uang tersebut dikirim melalui jasa ekspedisi.

Untuk uang palsu berjumlah Rp6,5 juta, mereka beli seharga Rp1,5 juta.

Rengga menambahkan, penjual uang palsu tersebut kini telah diamankan oleh kepolisian di Sidoarjo. Penjual ini terindikasi sebagai jaringan pengedar upal. 

“Kasus ini memang berkaitan dengan pengungkapan kasus uang palsu di Sidoarjo, Jawa Timur,” tutupnya. (yor)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.