Rauf Muin Minta Pemkab PPU Siapkan Langkah Antisipasi Hadapi Resesi

ES Yulianto

Wakil Ketua DPRD Kabupaten PPU, Rauf Muin. (ESY)
Wakil Ketua DPRD Kabupaten PPU, Rauf Muin. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Meski Indonesia disebutkan aman dari gelombang resesi, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rauf Muin meminta Pemerintah Daerah Kabupaten PPU menyiapkan langkah antisipatif.

Menurut Rauf Muin Pemerintah Pusat telah menyiapkan langkah antisipatif sedangkan pemerintah Kabupaten PPU masih belum. Atas dasar itu pemerintah Kabupaten PPU diminta menyiapkan langkah terhadap ancaman resesi.

“Banyaknya berita terkait kemungkinan resesi, pemerintah pusat pun telah menyiapkan langkah-langka, sama halnya dengan pemerintah daerah harus menyiapkan langkah. Ini secara global telah membicarakan hal itu, semestinya kita juga harus menyiapkan diri,” kata Rauf Muin.

Lahan pertanian di Kabupaten PPU. (ESY)
Lahan pertanian di Kabupaten PPU. (ESY)

Secara pasti pemerintah daerah dianggap lebih paham untuk menyiapkan langkah-langkah tersebut. Sehingga sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah Kabupaten PPU.

“Saya pikir pemerintah daerah lebih mengetahui langkah apa yang harus diambil. kalau menghadapi resesi itu,” ucapnya

Meski demikian sebagai upaya menjalankan fungsi sebagai legislatif, Rauf Muin meminta agar langkah yang diambil adalah sebuah trobosan yang bersifat produktif. Sektor yang dianggap harus diperhatikan adalah sektor pertanian karena dianggap paling berpengaruh.

Penjualan minyak goreng di pasar. (Ilustrasi/net)

“Kita harus membuat trobosan yang bersifat produktif. Kebutuhan masyarakatnya di sektor pertanian lebih difokuskan karena dianggap paling berpengaruh, kebutuhan dasar,” harapnya.

Menurut Ketua Dewan Perwakilan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten PPU, sektor pertanian dianggap paling penting karena resesi akan menyasar sektor tersebut terlebih dahulu.

“Peningkatan produksi di sektor pertanian atau investasi produktif karena hati-hati kita tidak merasakan langsung tapi pelan-pelan mengerogoti kita, itu efek daripada resesi itu,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses