DPRD PPU Minta Aset Tanah Pemerintah Segera Bersertifikat

ES Yulianto

Anggota DPRD Kabupaten PPU, Ajie Noval. (ESY)
Anggota DPRD Kabupaten PPU, Ajie Noval. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Kurang lebih sebanyak 900 bidang tanah yang menjadi aset Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), diketahui belum memiliki sertifikat.

Dari sejumlah aset tersebut, diketahui dominiasi oleh aset yang berada di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten PPU, kemudian Dinas Kesehatan Kabupaten PPU. Proses sertifikasi pun tersebut berlangsung namun tak kunjung kelar.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi III bidang Pembangunan dan Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU, Ajie Noval meminta pemerintah daerah untuk segera mensertifkasi aset yang belum tersebut.

Sekolah di Penajam.

Ajie Noval khawatir aser yang belum tersertifikat tersebut akan berpotensi menimbulkan sengketa. Sehingga sertifikasi aset harus segera selesaikan.

“Kami minta segera dilakukan (sertifikasi).Kalau tidak, keberadaan aset itu bisa berpotensi menimbulkan sengketa atau bahkan hilang,” kata Ajie Noval.

Aset tanah belum disertifikatkan semua lantaran memiliki berbagai kendala. Salah satunya mengenai anggaran pengurusan sertifikat. Tahun ini, pemerintah daerah hanya mengalokasikan anggaran pengurusan sertifikat aset sebesar Rp 100 juta. Anggaran sebesar itu hanya mengakomodir sebanyak 16 sertifikat tanah.

DPRD Kabupaten PPU. (ESY)
DPRD Kabupaten PPU. (ESY)

Menurut Noval, dengan pemindahan ibu kota ke wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU membuat potensi klaim sepihak hingga terjadinya sengketa lahan meningkat.

“Perlu mengalokasikan lebih banyak anggaran. Apalagi ini masuk wilayah terdekat dengan IKN (Ibu Kota Negara). Jadi lahan-lahan yang belum tersertifikasi harus segera diproses,” tegasnya.

Proses kepemilikan lahan melalui sertifikasi merupakan upaya mengamankan serta mengantisipasi timbulnya permasalahan lahan dengan masyarakat. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.