Temuan Kasus Polio di Aceh, Picu Kampanye Imunisasi Massal

Petugas medis memberikan vaksin polio kepada seorang anak di Jakarta (foto: ilustrasi).
Petugas medis memberikan vaksin polio kepada seorang anak di Jakarta (foto: ilustrasi).

Aceh, helloborneo.com – Anak-anak yang berseragam sekolah dan balita, bersama orang tua mereka, hari Senin (28/11) antre untuk mendapatkan vaksin polio di alun-alun kota Sigli, Aceh, setelah sedikitnya empat anak ditemukan terinfeksi penyakit yang sangat menular itu. Padahal, sepuluh tahun lalu polio dinyatakan telah berhasil diberantas.

Virus polio ini pertama kali terdeteksi Oktober lalu pada seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang menderita kelumpuhan pada sebagian tubuhnya di Sigli, Aceh. Sejak itu tiga kasus lain telah terdeteksi dan mendorong kampanye informasi serta imunisasi massal.

Pihak berwenang mengatakan tingkat imunisasi polio di provinsi yang konservatif itu jauh di belakang propinsi-propinsi lain di Indonesia. Upaya imunisasi terhambat oleh meluasnya disinformasi, antara lain: vaksin yang digunakan tidak sesuai dengan keyakinan agama. Pemerintah juga telah memprioritaskan vaksinasi COVID-19 sejak vaksin itu tersedia.

Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengatakan kampanye yang dimulai hari Senin ini bertujuan memvaksinasi sekitar 1,2 juta anak di propinsi tersebut.

Indonesia memiliki sekitar 275 juta penduduk, menjadikannya negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan sekaligus negara mayoritas Muslim terbesar.

Aceh dikenal sangat konservatif dan merupakan satu-satunya propinsi di Indonesia yang diperkenankan menerapkan hukum Islam atau syariah, yang merupakan bagian dari konsesi yang dibuat pemerintah pusat tahun 2006 untuk mengakhiri perang dengan kelompok separatis di sana.

Desas-desus palsu bahwa vaksin polio mengandung babi atau alkohol, yang dilarang dalam agama Islam, telah meluas, terutama di daerah pedesaan. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif, mengatakan ini mempersulit upaya vaksinasi.

Majelis Kesehatan Dunia telah mengadopsi resolusi untuk memberantas polio global pada tahun 1988, dan menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak saat itu kasus virus polio liar turun lebih dari 99%.

Polio telah berhasil diberantas total di Indonesia pada tahun 2014. Dua negara di mana polio masih merupakan endemik saat ini adalah Afghanistan dan Pakistan.

Menurut WHO, polio terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Namun orang dalam usia berapa pun yang belum pernah divaksinasi, dapat tertular penyakit ini, dan kasus-kasus sporadis terus bermunculan.

Rondonuwu mengatakan tiga anak lain di Indonesia dari desa yang sama dengan kasus terkonfirmasi awal diketahui tidak pernah mendapatkan vaksinasi dasar. (voa/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.