Percepatan Peningkatan Pelayanan Air Bersih, Bupati Paser Lobi PT. PII

Bupati Paser, Fahmi Fadli. (Ist)
Bupati Paser, Fahmi Fadli. (Ist)

Jakarta, helloborneo.com – Upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat terus menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Paser yang juga sejalan dengan visi Paser MAS.

Rabu (11/1), bertempat di gedung Capital Place Office, Bupati Paser Fahmi Fadli bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Paser melakukan pertemuan bersama PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

Pertemuan ini merupakan salah satu langkah Pemkab Paser untuk meningkatkan kualitas pelayanan distribusi air bersih di seluruh wilayah Kabupaten Paser.

Bupati Fahmi dalam sambutannya sangat menyambut baik dan mengaku antusias jika hasil pertemuan ini akan berdampak positif terhadap peningkatan pelayanan maupun kualitas air bersih yang akan dirasakan masyarakat.

Menurut Fahmi pertemuan ini bernilai strategis bagi pengembangan PDAM Tirta Kandilo kedepan karena akan mendukung program pemerataan pembangunan diseluruh Paser dan peningkatan kesetaraan pelayanan pemerintah sehingga terpenuhinya kebutuhan pokok dan meningkatnya standar kehidupan masyarakat.

Untuk diketahui PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Special Mission Vehicles dibawah Kementerian Keuangan yang bertugas untuk memberikan penjaminan atas proyek infrastruktur pemerintah yang dikembangkan dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Sebagai informasi, PT PII akan mendampingi pemerintah daerah untuk menyiapkan proyek dari awal agar sesuai dengan regulasi KPBU, menarik investor dan bank serta proyek yang dibangun dapat berjalan dan dibangun serta mampu melayani masyarakat hingga masa periode kerjasama selesai. Yang sudah ditanganinya, diantaranya spam Bandar Lampung, spam Semarang dan spam Pekanbaru. Termasuk pembangunan tol Balikpapan Samarinda didampingi PT PII.

Direktur Bisnis Andre Permana mengatakan PII bisa membantu mendukung pembangunan infrastruktur daerah dengan pembiayaan kreatif yang artinya tidak mesti melalui APBN maupun APBD namun melalui investor.

Melalui skema ini tambahnya selain pemerintah daerah tetap dapat melaksanakan kegiatan pembangunan dengan APBD, potensi kerjasama ini juga akan memiliki keuntungan lebih luas dan lebih bernilai ekonomi terhadap pemanfaatan PDAM Tirta Kandilo dalam memenuhi kebutuhan air bersih seluruh masyarakat Kabupaten Paser.

Pertemuan ini merupakan tahap awal sekaligus penjajakan yang selanjutnya harus ditindaklanjuti dengan dilakukannya kajian sebelum akhirnya Pemkab Paser memutuskan menggunakan skema KPBU ataupun non KPBU.

Pemkab Paser disambut Direktur Bisnis PT PII Andre Permana, Vice President Underwritting Penjaminan Ricardo Hutagaol, dan Rinaldo Purba, Manager Guidance & Consultation Floretta Adriana. (hms/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses