Musrenbang Kecamatan Penajam, Hamdam: Kita Harus Menjadi Serambi IKN Nusantara

Bupati PPU, Hamdam Pongrewa menghadiri Musrembang Kecamatan Penajam. (Ist)
Bupati PPU, Hamdam Pongrewa menghadiri Musrembang Kecamatan Penajam. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam Pongrewa menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Penajam yang dihadiri SKPD, Bapelitbang, Camat, Lurah/Kades, dan pelajar yang berada di Kecamatan Penajam.

Musrenbang adalah suatu forum musyawarah antar pemangku kepentingan membahas dan menyepakati langkah-langkah penanganan program kegiatan prioritas yang tercantum dalam Daftar Usulan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa/Kelurahan yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah kabupaten/kota.

“Kegiatan Musrenbang ini memiliki makna yang sangat penting dan strategis bagaimana kita menyusun apa yang ingin kita lakukan, untuk menghasilkan kerja-kerja yang baik, optimal, dan maksimal. Tentunya memerlukan perencanaan-perncanaan yang baik,” kata Hamdam, Jum’at (10/02/2023).

Hamdam dalam arahannya mengatakan perencanaan yang baik memiliki ciri dasarnya harus dimulai dengan Analisis SWOT yaitu dengan mengukur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.

“Bagaimana kita mengetahui kekuatan dan kelemahan, mengoptimal peluang dan memperkecil ancaman. Itulah yang menjadi teori-teori dari perencanaan yang harus dipikirkan,” ucap Hamdam.

Hamdam juga menjelaskan musyawarah hari ini mempertemukan apa yang menjadi kebijakan Pemerintah Kabupaten PPU terhadap Kecamatan Penajam.

“Kecamatan tidak boleh berdiri sendiri karena Kecamatan ini adalah bagian dari Kabupaten PPU secara keseluruhan. Dan dalam musyawarah ini juga waktunya kita mendengarkan apa yang menjadi keinginan masyarakat di kecamatan Penajam ini,“ tegas Hamdam.

Dari Musrenbang ini juga, Hamdam berharap kedepan kita harus mengubah orientasi berpikir kita, yang dulunya kita berfikir PPU bisa mengimbangi Kabupaten lainnya, mungkin bisa kita ubah, karena Kabupaten PPU sedang dihadapkan konsekuensi baru yang dimana menjadi Ibu Kota Negara (IKN). 

“Walaupun Penajam, Waru, dan Babulu tidak menjadi bagian dari IKN, tetapi kita akan memposisikan diri menjadi Serambi Nusantara Ibu Kota Negara (IKN). Kita tidak mau di bilang penyangga, tetapi kita harus menjadi Serambinya Nusantara dalam hal ini dimaksud bagian terdepannya IKN. Yang lebih bersungguh-sungguh melihat PPU ini bagus ya kita sendiri bukan orang lain,” tegasnya.

“Saya sengaja mengikuti Musrenbang karena ini penting. Saya juga mengajak kita semua untuk bersama-sama keluarkan semua kemampuan terbaik kita untuk bermusyawarah, sehingga bukan lagi menjadi kemauan kita sendiri tapi bagaimana menjadi kebutuhan kita bersama,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.