Microsoft Batasi Layanan Bing Chats Hanya 5 Pertanyaan per Sesi 

Yusuf Mehdi, Wakil Presiden Microsoft Corporate, memaparkan mesin pencari berbasis kecerdasan artifisial, Microsoft Bing, di Redmond, Washington, 7 Februari 2023. (Foto: Jason Redmond / AFP)
Yusuf Mehdi, Wakil Presiden Microsoft Corporate, memaparkan mesin pencari berbasis kecerdasan artifisial, Microsoft Bing, di Redmond, Washington, 7 Februari 2023. (Foto: Jason Redmond / AFP)

Washington DC, helloborneo.com – Microsoft mengumumkan bahwa sesi obrolan atau chat pada mesin pencari miliknya yang berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Bing Search, akan dibatasi hanya melayani lima pertanyaan per sesi atau 50 pertanyaan per hari. 

“Seperti yang sudah kami umumkan baru-baru ini, sesi obrolan yang panjang bisa membingungkan model chat di Bing yang baru. Untuk menangani masalah-masalah itu, kami sudah menerapkan beberapa perubahan untuk membantu fokus pada sesi-sesi obrolan,” kata Microsoft dalam tulisan di blognya seperti dilansir oleh kantor berita Reuters.

Keputusan Microsoft muncul beberapa hari setelah sejumlah media melaporkan bahwa jawaban dari mesin pencari Bing yang baru berpotensi berbahawa. Selain itu, media mengatakan bahwa teknologi itu mungkin belum siap untuk diluncurkan. 

Hasil pencarian awal dan obrolan dengan Bing milik Microsoft dan Bard, chatbot milik Google, sudah menunjukkan keduanya tidak bisa diduga. 

Pekan ini, ketika reporter Reuters, bertanya tentang harga filter udara untuk mobil kepada Bing versi baru yang berbasis AI, Bing mengikutsertakan iklan filter yang dijual oleh situs web perlengkapan mobil, Parts Geek. Jadi, Bing versi baru tidak hanya sekadar menjawab pertanyaan. 

Bing versi baru berpotensi memberikan kesempatan menguntungkan bagi Microsoft. Saat ini daftar tunggu untuk menjajal Bing sudah mencapai jutaan orang. Dalam paparan kepada para investor dan media pekan lalu, Microsoft mengatakan setiap poin persentase pangsa pasar yang diraih dalam pencarian pasar iklan, bisa menghasilkan tambahan $2 miliar pendapatan iklan. (voa/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.