Bagus Nyaman Purwaniawan

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah pemerintah pusat diharapkan ikut mengatasi kekurangan tenaga dokter Rumah Sakit Umum Daerah Sepaku di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, sebagai garda terdepan tunjang tahap pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam proses pembangunan infrastruktur IKN, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Jansje Grace Makisurat, di Penajam, RSUD Sepaku menjadi garda terdepan untuk melayani kesehatan para tenaga kerja pembangunan ibu kota negara Indonesia baru.
Namun, RSUD Sepaku masih kekurangan tenaga dokter untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga setempat dan pekerja pembangunan infrastruktur IKN.
Sehingga, lanjut dia, pemerintah pusat turut membantu untuk mengatasi kekurangan tenaga dokter di RSUD Sepaku yang berada di wilayah ibu kota negara Indonesia baru tersebut.
Dokter yang ada saat ini di RSUD Sepaku hanya ada empat orang tenaga dokter, satu orang di antaranya sedang melanjutkan pendidikan.
“Jadi dokter yang aktif sisa tiga orang, kami butuh tambahan tenaga dokter minimal lima orang,” jelas dia.
Tenaga dokter dan paramedis di RSUD Sepaku masih kurang, sehingga jumlah tenaga medis yang ada saat ini belum ideal untuk melakukan layanan kesehatan kepada tenaga kerja Ibu Kota Nusantara.
RSUD Sepaku tipe D idealnya memiliki minimal sembilan tenaga dokter untuk menunjang layanan kesehatan di wilayah ibu kota negara Indonesia baru.
Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara telah menyampaikan permohonan penambahan tenaga dokter untuk RSUD Sepaku kepada Kementerian Kesehatan.
“Kami sudah bersirat tambah tenaga dokter kepada pemerintah pusat tapi belum ada jawaban, diharapkan ada dukungan dari Kementerian Kesehatan,” kata Jansje Grace Makisurat.
Pelayanan kesehatan yang maksimal di RSUD Sepaku bakal mampu melayani kesehatan tenaga kerja pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara. (adv/log)
















