Lagi, Ketua DPRD PPU Masih Dengar Keluhan Peningkatan SDM

Edy Suratman Yulianto

Ketua DPRD Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor. (Ist)
Ketua DPRD Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Dalam serap aspirasi atau reses, (21/03/2023), Syahrudin M Noor, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih terdengar keluhan masyarakat mengenai kurangnya peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Senada dengan hal tersebut, menurut Syahrudin M Noor peningkatan SDM harus segera ditingkatkan. Peningkatan SDM ini, bagian dari upaya pemerintah kabupaten, guna persiapan menyambut Ibu Kota Negara (IKN).

“SDM memang selalu kita bicarakan bahwa bagaimana kita mengakselerasi masyarakat kita ini dalam rangka menyambut ikn harus kita tingkatkan semua SDM nya,” kata Ketua DPRD Kabupaten PPU.

Pelatihan yang harus dilakukan tidak melulu bertema formal. Namun Syahrudin M Noor juga menginginkan adanya pelatihan nonformal yang bisa difasilitasi oleh pemerintah daerah, maupun pihak swasta. Selain itu juga tempo untuk pelatihan harus dilakukan lebih banyak dari tahun sebelumnya.

“Perlu banyak pelatihan secara formal ataupun nonformal. Kalau memang bisa kita lakukan, setiap tahun kita tingkatkan,” ujarnya.

Demikian semain intens pelatihan yang disediakan, tentu dianggap Ketua DPRD Kabupaten PPU ini sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan yang ada di IKN.

“Tentu peningkatannya harus berbeda dengan yang sebelumnya kita lakukan, karena untuk mendukung semua kegiatan yang ada di IKN,” tuturnya

Dirinya juga bersepakat dengan masyarakat yang hadir dalam reses. Bahwa peningkatan kapasitas memang harus dilakukan, sehingga tak ada lagi kesulitan bagi masyarakat Kabupaten PPU, untuk bersaing dengan para pendatang.

“Jangan sampai kita tertinggal dari tenaga kerja yang datang ke sini dan itu pasti kita akselarasi sumber daya manusia kita,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses