Kajari PPU Ajak Masyarakat Awasi Penanganan Stunting di Benuo Taka

Edy Suratman Yulianto

Kajari Penajam Paser Utara, Agus Chandra. (Ist)
Kajari Penajam Paser Utara, Agus Chandra. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Dalam penggunaan anggaran untuk mencegah pertumbuhan kasus stunting di Kabupaten Penajam paser Utara (PPU) dipandang perlu adanya sinergitas. Kejaksaan Negeri Kabupaten PPU turut mengajak masyarakat membantu mengawal beberapa kebijakan untuk kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten PPU, Agus Chandra mengatakan dalam kasus stunting dirinya turut terlibat lantaran diajak menjadi bapak stunting bersama Komandan Kodim 0913 Kabupaten PPU. Pihaknya memberikan dukungan terkait langkah yang akan diambil.

“Jadi tinggal memberikan suport dan pemerintah kabupaten telah melakukan langkah-langkah terkait dengan bagaimana mencegah stunting,” kata Agus Chandra.

Pihaknya masih belum mengetahui rencana kegiatan ataupun langkah pemerintah dalam penanganan kasus stunting. Selain itu juga diakui dirinya anggaran yang digelontorkan cukup besar.

Adapun nilai anggaran yang digelontorkan dirinya tak mengetahui secara pasti. Agus Chandra menginginkan masyarakat untuk bisa menaruh perhatian terhadap upaya penanganan stunting di Kabupaten PPU ini.

“Kebetulan saya juga belum dapat informasi yang cukup terkait rencana kegiatan, anggaran dan program pemerintah yang menggunakan anggaran cukup besar.

Dengan ditambahnya kepedulian masyarakat, menurutnya tak sulit merealisasikan cita-cita menekan jumlah kasus stunting. Selain itu juga bakal mampu memberikan manfaat karena langkah yang akan diambil bakal tetap sasaran.

“Tentu saja temen-temen masyarakat memberikan perhatian juga dalam rangka untuk sama-sama kita awasi bagaimana anggaran yang besar ini benar-benar bisa tepat sasaran. Dalam rangka memang untuk mencegah terjadinya stunting,” ucapnya.

Sebagai langkah awal, pihaknya berencana untuk bisa mengadakan diskusi dengan pemerintah. Hal itu harus diselenggaran agar bisa mengetahui masyarakat secara luas terkait langkah yang akan diambil. Apalagi diakui Agus Chandra anggaran yang digelontorkan cukup besar dan dikhawatirkan malah sia-sia.

“Bisa saja nanti kita agendakan untuk kita buat sharing session dengan pemerintah daerah berkaitan dengan langkah-langkah pemda untuk mencegah terjadinya stunting dengan anggaran yang sudah disediakan oleh mereka sendiri,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses