PKS Kabupaten PPU Komitmen Dorong Keterwakilan Perempuan di Legislatif

Edy Suratman Yulianto

Ketua PKS Kabupaten PPU Wakidi, menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU Kabupaten PPU, Senin (08/05/2023). (ESY)
Ketua PKS Kabupaten PPU Wakidi, menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU Kabupaten PPU, Senin (08/05/2023). (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berkomitmen terhadap keterwakilan perempuan dalam dunia politik, melalui Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di Kabupaten PPU. Keterwakilan perempuan dianggap cukup dari Bacaleg 25 orang, dimana perempuan mengisi 9 kursi diantaranya.

Ketua PKS Kabupaten PPU, Wakidi menyampaikan bahwa tanggal 8 mei 2023, pada jam 8 pagi melakukan pendaftaran ke KPU Kabupaten PPU. Hal ini dilakukan secara serentak mengingat PKS berada pada urutan ke 8 dari 18 partai politik yang diakui.

“Dari kami serentak secara nasional PKS daftar di KPU daerah seluruh Indonesia, tanggal 8, jam 8 pagi tadi,” ujar Wakidi, Senin (08/05/2023).

Wakidi mengatakan pemenuhan Bacaleg dari PKS Kabupaten PPU telah mencapai jumlah yang maksimal yakni 25 orang. 25 orang bacaleg terisi seluruhnya sesuai daerah pemilihan alias dapil.

Tak berbeda dengan periode sebelumnya, dapil di Kabupaten PPU terbagi menjadi 3 yakni dapil 1 Kecamatan Penajam, dapil 2 Kecamatan Sepaku dan dapil 3 untuk Kecamatan Waru dan Kecamatan Babulu.

Berasal dari 3 dapil tersebut, Wakidi mengaku tak hanya keterwakilan laki-laki, Bacalegnya kali ini juga turut diisi keterwakilan perempuan 30 persen hingga berasal dari kalangan milenial Kabupaten PPU.

“Untuk di Kabupaten PPU full, dapil 1, 2 dan 3 sudah 100 persen, keterwakilan perempuan diatas 30 persen, milenial juga ada hampir di seluruh dapil,” jelasnya.

Anggota DPRD Kabupaten PPU ini mengaku untuk mencukupi keterwakilan memang sulit. Namun hal itu telah diantisipasi pihaknya sejak 6 bulan sebelumnya masa pendaftaran Bacaleg. Dari upaya tersebut keterwakilan perempuan sudah dianggap pihaknya cukup.

“Memang tidak mudah jadi caleg itu, kita sudah melakukan perekrutan sekitar 6 bulan terakhir dan insyaallah keterwakilan perempuan tercukupi itu,” ujarnya.

Menurut pria yang juga turut andil dalam perebutan kursi DPRD tingkat Provinsi Kalimantan Timur ini, keterwakilan perempuan periode ini diklaim mengalami peningkatan. Tumbuhnya keterwakilan perempuan yang semakin baik ini lantaran sosialisasi mengenai politik terus dilakukan secara periodik.

“Kalau dilihat dari PKS keterwakilan perempuan lebih bagus ini ya. Pertumbuhannya bagus artinya ya dari PKS ini banyak yang aktif sosialisasi perpolitikan,” pungkasnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses