1001 Wajah, Pameran Tunggal Pusat Pengembaraan Batin Jedink Alexander

L Gusti

Jedink Alexander, Rekor Pelukis 1001 Wajah. (Ist)
Jedink Alexander, Rekor Pelukis 1001 Wajah. (Ist)

Yogyakarta, helloborneo.com – Rekor Pelukis 1001 Wajah dengan Waktu Tercepat dan Terbanyak Se-Indonesia dengan perupa Jedink Alexander bakar digelar Sabtu hingga Senin, 1-3 Juli 2023 di Citra Grand Mutiara A Waterpark Residence Jalan Wates Yogyakarta dengan Kurator Dr Hajar Pamadi MA Hons dan dibuka Rektor ISI Yogyakarta, Prof Dr Drs Timbul Raharjo M.Hum.

Pada pembukaan akan menampilkan Happening Art ARUPA Hastabrata (Rina Nikandaru dan Srikandi Pendapa), Performment ONE FACE THOUSAND THOUGHTS (Memet Choirul Slamet dan Agung Gunawan), Matra Titus Nusantara (Eko Hand), Memerupa (FZ Endereza), Hiburan Musik (Alisa Cute, Bramanti F Nasution, Sukoco Hayat, DONAS Band, Orkes Keroncong (Sakpenake), dan Pembawa Acara (Reny Kusuma).

Dalam rilis yang diterima helloborneo.com, Rektor ISI Yogyakarta, Prof Dr Drs Timbul Raharjo M. Hum mengatakan melihat Jedink Alexander yang memiliki hasrat kuat pada seni lukis atau media dua demensional. Karakter pribadi merupakan wujud rupa tersebut adalah hasil dari hasrat batin yang dapat diapresiasi karena merupakan terobosan baru yang menjadi ciri khas, dan perlu dipertahankan karena melukis wajah atau potret tokoh-tokoh.

Sementara itu dari Ori Rekor Indonesia berharap acara Rekor ini bisa menyatukan para pelukis di Indonesia khususnya Yogyakarta untuk terus berinovasi. Supaya lebih dikenal di Indonesia bahkan Mancanegara.

Selaku Kurator, Dr Hajar Pamadi MA Hons menilai Wajah merupakan pusat pengembaraan batin Jedink Alexander yang memberi makna variatif dan konatatif.

“Secara semantik-pragmatis ditemukan rekonstruksi varietas bahasa alami Jedink yang lepas dari gaya sejarah kehidupannya. Wajah yang diangkat Jedink Alexander menunjukkan kekuatan imajinasi,” jelas Hajar Pamadi.

Penampilan wajah oleh Jedink Alexander dikategorikan dalam 5 tatanan; wajah adalah sebuah potret melalui representasi objek material tanpa memandang latar belakang objeknya, wajah adalah visualisasi dari pengembaraan batinnya untuk melihat visi modelnya, karya ini lebih condong kepada impresi makna wajah seseorang, wajah merupakan casting perjalanan hidup, wajah para artis, pelukis serta tokoh negeri dan agama diangkat untuk memenuhi keanekaragaman persepsi wajah, wajah hadir sebagai bentuk visual dari pengamatan yang tertuang dengan janji estetika.

“Maka karakter dihilangkan untuk memperoleh prinsip visual dan wajah adalah ekspresi emosi psikologis yang mendorong menginisiasi bentuk-bentuk abstaraksi wajah,” tulis Hajar Pamadi.

Hajar Pamadi menambahkan pikiran Jedink Alexander ternyata menggunakan logis-positivis untuk menganalisas kenyataan dan idealism seseorang. Kadang proses pembacaan dilakukan dengan menarik inti makna.

“Tractatus tersebut menekankan pendekatan holistic-praktis sehingga Jedink Alexander mampu membaca batin objek materialnya. Representasinya tidak sekedar melihat, melainkan menganalisas rasa objek materialnya,” pungkasnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses